16/11/2005
-
Secangkir Teh Pagi Tak lagi kudapatkan
|
Secangkir teh pagi Bukan sekedar penghilang dahaga Bukan hanya penyemangat hari Tapi juga simbol cinta dan kehangatan Secangkir teh pagi Menemaniku saat bangun pagi Waktu pagi ini masih milikku Tapi di sini Tapi sekarang Tak ada waktu lagi untuk teh pagi Jangan berharap untuk sebuah privasi Sebab kata-kata tak dimengerti Tak ada empati sama sekali Hanya berbagai kepentingan berbalut agama dan kekuasaan Cihideung, 29 September 2004 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































