|
Apa yang kita
takutkan Kini telah
terjadi Begitu saja, apa
adanya Aku tak pernah bisa
mengerti antara iba dan cinta Keduanya tak mesti
mendua Keduanya bisa hadir
dalam satu rasa Seperti yang kita
rasakan Aku tak pernah bisa
mengerti Apa yang menarik
darimu Kenyataannya, setiap
ada waktu Rasaku hanyut dalam
sungaimu Apa yang kita
takutkan Semua berjalan
begitu saja Padahal kita tahu Dia tak bisa
kubiarkan Merintih dan
mengerang Ketakutan dan
kehilangan Terlalu kejam
bagiku membuatnya begitu Inipun kamu
sadari Kehadiranmu
adalah kedua Walau cinta kita tak
mudah mati Bisakah kita pulih
seperti semula? Berat memang Untuk menerima kenyataan
yang tak diinginkan Benarkah apa kata
pujangga Bahwa cinta tak mesti
bersatu? Akh, aku belum percaya
itu! Tapi biarlah cinta itu
mengalir Menuju muara
kesejatian Mungkin di Relakan aku bersamanya Seperti berat hatiku
menginggalkanmu Hormatku padamu Atas kasih sayangmu Kadulawang, Sukabumi,
20 Juli 1997 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































