|
Satu saat kelak Kau akan bicara
padaku Dan, Kau lupa
mengenakan Topengmu! Mampang, 3 Desember 1992 Suatu Saat 2 Pada saat yang tepat Ku harus memilih untuk pergi Meninggalkan kebekuan Dalam hari-hariku yang menjemukan Pada saat yang tepat Aku harus berani berlari Dari penjara pikiran Dari penjara hati Dari penjara hari-hari Yang bikin otakku buntu bereksplorasi Yang bikin jiwaku terpaku pada stagnasi Penjara pikiran, penjara hati Begitu samar hingga tak terasa jiwaku mati Penjara hari-hari yang kelabu Tak ku tahu kemana kereta melaju Hanya ada tawa, puja-puji, hura-hura, dan birahi Tak disadari kemana rutinitas ini berorientasi Prang!!! Sebuah batu memecahkan kaca jendelaku Memberanjakkan aku dari tidur yang berkepanjangan Prang!!! Sebuah batu memecahkan kegelapan malam Menyadarkan aku bahwa matahari pagi mencerahkan Memancarkan cahaya harapan Merasukkan energi kebebasan Biar ku kuat berdiri, berlari, Memecahkan dinding-dinding ritual yang memabukkan Prang!!! Selamat tinggal kebekuan! Pondok Kopi, 07 Maret 2004, pk. 02.10 wib Suatu Saat 3 Aku tak perlu lagi bicara Aku harus diam dan hanya mendengarkan Agar aku tak pongah Dan menjadi bodoh karenanya Penggilingan Elok, 07 Maret 2004, pk. 02.25 wib |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































