|
MEMIMPIN
TANPA LELAH Pekerjaan
memimpin manusia dalam suatu organisasi atau apapun bentuknya, dimaklumi
sebagai pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Lelah dalam memberikan pemahaman,
pengarahan, bimbingan , dan lelah dalam menjawab sikap ataupun paduan suara
yang bernada kritik. Entah kritik pedas, kritik asin, kritik singkong, kritik
kacang, ataupun kritik udang. Bagi
pemimpin yang mengidap penyakit gigi, memang tak suka kritik (kripik), walaupun
sebenarnya kritik itu sedap sekali. Tapi sebenarnya bukan masalah lagi. Sebab
kritik merupakan karya alamiah dan ilmiah. Kritik akan tetap ada di dunia.
Sejak jaman batu sampai jaman satelit, kritik tetap ada. Kritik tak akan pernah
habis walaupun anda bersungguh-sungguh untuk melangkakan atau memusnahkannya.
Ingat! Kritik akan selalu ada. Coba buktikan sendiri. Lihatlah pada malam hari,
di persimpangan, di trotoar, di terminal, di perempatan jalan, di toko, di
swalayan, sampai di mall, tukang kritik tetap berjualan. Tak ada polisi yang
bisa memberantasnya. Sebab polisi adalah langganannya. Kalau
begitu biarkan kritik ada dan hidup pada lingkungan anda. Karena kritiklah yang
memajukan organisasi anda. Dan yakinlah, "tak ada kritik yang bisa menggoyak
kepemimpinan anda". Yang bisa menggoyang anda hanya satu hal, tapi bukan
kritik, melainkan DANGDUT!! Nah,
bila anda bisa memahami kritik, bahkan besar dan sukses berkat kritik, berarti
anda bisa memimpin tanpa lelah, tanpa stress, tanpa beban, tanpa ganjalan, dan
tanpa ... basa-basi! MEMERINTAH
TANPA BICARA Memberi
perintah umumnya adalah pekerjaan utama para manajer atau pemimpin. Di berbagai
negara, di setiap organisasi, pemimpin identik dengan pemberi perintah. Organisasi
yang akan bertahan di masa depan tidak mendasari kegiatan atau aksinya dengan
perintah, tetapi lebih karena kesadaran dan konsensus. Anda
dapat menjadi pemimpin yang terbaik bagi organisasi anda, yaitu anda tak akan
dianugrahi julukan sebagai pemimpin yang hobi "perintah sana-sini". Dengan
demikian staf anda akan sangat menyukai dan menghormati anda jika anda tak
memiliki hobi seperti itu. Mereka lebih suka jika anda punya hobi musik, main
catur, scrabble, makan siang bersama, dan sebagainya. Tapi
tak mungkinkah staf anda dapat bekerja tanpa perintah? Bukan itu masalahnya.
Tetapi bagaimana staf anda melaksanakan semua yang anda inginkan tanpa
mendengar perintah tersebut keluar dari mulut anda. Atau dengan kata lain, anda
memerintahnya tanpa bicara. (memang sepertinya Ini
benar! Anda dapat memerintah tanpa bicara. Hanya dengan beberapa detik, anda
dapat mewujudkan "mimpi" ini. Begini kiatnya : 1.
berikan kepada staf anda pemahaman yang
utuh tentang visi, misi, tujuan, dan strategi organisasi. 2. Berikan job description yang jelas, mencakup
kedudukan, tugas, dan fungsi, tanggung jawab dan kewenangannya, sesuai dengan
bagian masing-masing. 3. Sediakan agenda kegiatan (realisasi program)
agar mereka senantiasa ingat "harus berbuat apa" 4. Pada saat yang tepat, ajaklah mereka
berpikir tentang masa depan organisasinya. 5. Tak perlu sungkan-sungkan untuk mengajak
mereka refreshing bersama. 6. Tak perlu malu bertanya tentang suasana
kerja dan harapan mereka 7. Hanya itu, tak ada lagi. Jika kiat tersebut anda terapkan dengan
senang hati dan lapang dada, saya jamin mulai detik ini anda dapat menjadi
pemimpin yang dihormati dan dicintai oleh semua staf anda. Sebab telinga mereka
tak lagi merah dan pekak mendengar perintah-perintah. Artinya, anda telah
berhasil memerintah tanpa bicara dan sukses masa depan ada di tangan anda.
Kalau tak percaya, TANYA TOKO SEBELAH! MEMAHAMI REKAN KERJA TANPA EFEK SAMPING Tak bisa dihindari, anda akan punya rekan
kerja. Tak bisa dipungkiri, rekan kerja anda ada yang menyenangkan dan
menjengkelkan. Tapi tak sampai menyesatkan tentunya (walau kadang anda juga). Senang sekali tentunya jika rekan kerja anda
adalah tipe orang yang menyenangkan (seperti saya). Dan surprise sekali jika
rekan kerja anda ternyata begitu pandai menjengkelkan hati anda. Tentunya ini
sangat berpengaruh pada performance (unjuk kerja) anda. Tentunya, ah dari tadi
terlalu sering memakai kata "tentunya". Maaf, mungkin saya menjengkelkan anda,
tentunya... Bagaimanapun seramnya perilaku atau sikap
rekan kerja anda, tak mungkin selamanya anda membenci tipe orang seperti dia.
Anda akan mengalami suatu saat dimana anda tidak lagi kesal atau jengkel
kepadanya. Yaitu manakala anda mencoba memahami dia dan bisa membiasakan diri
dengan segala yang anda tak suka. Begini kiatnya : 1. Kenali
karakter aslinya, bagimana dia sebenarnya. 2. Akrabi
topengnya, bagaimana dia bersikap "kadang-kadang" 3. Pahami
bahasa pergaulannya, serius dan guyonnya 4. Tatapi
sorot matanya, tapi jangan dengan tatapan monster! 5. Sekali
waktu undang dia makan bersama (dan ajak saya!) 6. Jika
masih menyebalkan, hubungi dokter! Saya jamin, jika kiat-kiat tersebut anda
coba, anda akan mengalami saat-saat indah dan menyenangkan karena rekan kerja
anda. Tetapi jika anda tak berhasil menerapkan kiat-kiat tersebut, bisa jadi
andalah yang menjengkelkan bagi rekan-rekan anda. Ingat satu pepatah, "rambut sama hitam, tapi
shampoo boleh beda". Artinya, dalam realitas pergaulan janganlah memaksa agar
dia memakai shampoo anda. Begitu tentunya. JANGAN BEKERJA TANPA JOB DESCRIPTION Mungkin anda punya pengalaman pahit dalam
berorganisasi. Sebut saja : mandegnya kegiatan, tidak tercapainya sasaran yang
telah direncanakan, menurunnya gairah kerja, minimnya daya inovasi personal,
dan segala pengalaman organisasi yang menjemukan. Pernahkan anda menganalisa, kenapa tragedi
tersebut mesti anda alami? Jika pernah, mungkin ada satu hal yang sangat vital
namun sempat tak terpikirkan, yaitu job description. Setiap orang tak akan
dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya apabila tak mengetahui apa yang
sebenarnya diharapkan darinya. Dan
setiap orang tidak mungkin memperlihatkan antusiasme yang lebih tinggi, apabila
dia tidak mengerti maksud sebenarnya dari jabatannya. Jadi semuanya bermula
dari job description. Tak pernah anda bayangkan sebelumnya. Sebuah job description (agar tak melelahkan,
saya singkat JD) yang baik akan menjadi sumber informasi yang lengkap bagi
berbagai pihak, sehingga mereka dapat mengembangkan jalan atau arah yang
sesuai. Untuk menguji sebuah JD yang baik adalah "apakah setiap orang yang
membacanya dapat langsung memahaminya". Tidak sampai di sini saja, saya sadar
anda perlu tahu bagaimana menyusun JD yang baik. Tim penyusun JD harus menilai dan mengambil
kesimpulan tentang suatu jabatan. Kesimpulan tersebut mencakup : - Mengapa jabatan tersebut ada, dimana
posisinya dalam organisasi, dan bagaimana hubungannya dengan jabatan lain. - Apa yang ingin dicapai dari jabatan
tersebut dan apa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan jabatan tersebut. - Problem
apa saja yang akan dipecahkan dengan adanya jabatan tersebut. - Apa yang paling sulit dari sebuah jabatan,
adakah masalah dan tantangan yang akan timbul dengan adanya jabatan tersebut. - Seberapa besar tanggung jawab yang akan
dipikul dan kepada siapa mempertanggungjawabkannya. - Bagaimana batasan kewenangan dari jabatan
tersebut. Jika tim penyusun JD sudah dapat
menyimpulkan semua catatan di atas, maka JD yang akan disusun akan dapat
mencapai sasarannya, yaitu membantu pemangku jabatan memahami tugas, wewenang,
tanggung jawab, dan struktur pekerjaannya. Dengan demikian JD dapat merupakan
dasar untuk meningkatkan performance, produktifitas, profesionalisme, dan
mengembangkan sistem balas jasa yang adil. 1. Jangan sekali-kali menggunakan
semboyan/istilah pribadi tapi pakailah istilah yang umum digunakan. Sebab JD
bukan diary anda. Ingat itu! 2. Uraian tak perlu terlalu panjang dan juga
jangan terlalu rinci dengan hal-hal yang tak relevan. 3. Jangan juga terlalu pendek dan dangkal,
tidak mencakup seluruh informasi yang diinginkan dari jabatan. 4. Uraian jangan tumpul, tapi asahlah sehingga
mampu menjelaskan keunikan dari suatu jabatan. 5. Identifikasikan sekali lagi, apakah JD yang
telah disusun sudah lengkap dan konsisten dengan latar belakang jabatan dan
tugas utamanya. 6. Pernyataan tentang tanggung jawab jangan
samar, multi interpretasi, tapi harus spesifik. 7. Jangan sampai ada lebih dari satu tanggung
jawab dalam satu pernyataan. 8. Tidak perlu menguraikan contoh khas untuk
menambah pengertian, sebab anda bukan sedang menyusun skripsi. 9. Jangan lupa menyebutkan kepada siapa
pemangku jabatan memperoleh bantuan dalam menangani masalah yang akan timbul
dari dalam maupun luar organisasi. 10. Jangan lupa makan siang agar maaf anda tak kambuh lagi. Sebab itu sangat mengganggu pekerjaan. |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































