Usai sudah masa kampanye. Kini semua calon pemimpin [atau calon
penguasa] tak boleh lagi menjajakan diri. Apa saja kenangan yang terasa
dari kampanye mereka? Umumnya rakyat hanya ingat kala
bernyanyi bersama dengan tokoh idolanya. Bangga sekali bisa bernyanyi
bareng dengan calon presiden. Mungkin suatu saat, bila calonnya menjadi
presiden, mereka bisa bercerita kepada anak-anaknya atau tetangganya
yang lain, bahwa dulu pernah nyanyi bareng presiden. Wah, bangga sekali
sepertinya. Selebihnya tak ada kenangan lagi. Sebab selama
kampanye umumnya rakyat kecil tak mengerti dengan visi dan misi yang
diutarakan calon presidennya. Bahkan istilah visi dan misi saja mereka
tak pernah tahu hingga kini. Bahkan Prak Dung Cret, tetangganya mang
Odon menganggap visi itu adalah peci yang selalu dipakai oleh presiden
laki-laki kita. Karena itu pada foto resmi presiden yang dipajang di
kantor-kantor, presiden jantan selalu memakai "visi". Begitu menurut
Prak Dung Cret. Itu juga berarti, - masih menurut Prak Dung Cret -
kalau presiden kita perempuan, berarti tak perlu memakai "visi".
Dalam kampanye, umumnya masyarakat hanya melihat sosok penampilan
presiden secara fisik saja. Kalau calon presidennya baik dan cakep
menurut mata mereka, maka itulah pilihan mereka. Hampir tak ada yang
peduli terhadap program kerja yang ditawarkan peserta kampanye. Entah
karena mereka tidak bisa menyerap obrolan yang berat-berat, atau karena
mereka memang tak peduli dengan apa yang dibicarakan sang calon, toh
nanti kalau sudah berkuasa juga pasti lupa diri. Wah, ini adalah
pendapat rakyat yang apes (apatis, pesimis, dan skeptis) dalam
memandang masa depan negeri pepunden ini. 5 Juli 2004,
kebanyakan rakyat kita akan menentukan pilihannya. Mereka akan
melubangi kertas suara pemilihan presiden. Walaupun mungkin sebagian
akan ada yang antri sambil ngantuk karena diniharinya begadang
menyaksikan siaran langsung final Piala Eropa antara tuan rumah Portugal
melawan Dewa Yang Mengejutkan : Yunani. Bukan konspirasi politik, kalau
bakal ada juga para pemilih pemula yang gila bola lebih menyorekan
waktu mencoblosnya, karena ketiduran hingga siang hari. Bertautannya
jadwal Piala Eropa dengan Pemilihan Presiden itu sekali lagi bukan
konspirasi politik, jadi kalau ada tetangga yang tak nyoblos karena
asyik ketiduran, jangan dicurigai sebagai golput. Sebab mereka bukan
golput, mereka adalah golgil, golongan gila bola. Tapi buat
anda yang sudah terdaftar sebagai pemilih namun tetap gila bola, lebih
baik panjangin saja begadangnya sampai proses pelubangan surat
suara anda lakukan. Tapi jangan sampai salah melubangi pilihan karena
kantuk, sebab pilihan yang salah tak bisa diulang. Tak masalah anda mau
menindik capres pada bagian hidung, kuping, atau mulut, atau bahkan
matanya. Yang penting sesuai dengan ketentuan sahnya surat suara. Nah kalau begitu, selamat bikin lubang!
|