|
Majalah dinding kurang efektif dalam menyampaikan informasi tentang dinamika dan kreativitas sekolah. Memang mading lebih murah ketimbang mencetak newsletter. Namun dari sisi kreativitas, pembuatan mading tidak membutuhkan skill jurnalistik yang agak fokus. Jika membuat newsletter, siswa akan tertantang untuk bekerja secara tim, menggagas lay out newsletter, menguasai komputer grafis dan publishing, wawancara, mengelupas bahan pustaka baik tercetak maupun digital, dan lebih terasa kerjanya, seriusnya, resikonya, dan kenikmatannya. Dengan adanya news letter, informasi bisa lebih dipertanggungjawabkan karena data lebih lama beredar dan terekam dalam ingatan. Selain itu data tidak sulit dicari saat dibutuhkan sebagai referensi. Gara-gara pernah mengalami jadi guru bahasa |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































