Mungkinkah pembunuh Munir tertangkap? Ini pertanyaan yang
paling sulit dijawab di Indonesia
bahkan presiden SBY pun tak bisa menjawabnya. Mungkin Museum Rekor Indonesia
(MURI) harus menjadikan pertanyaan ini sebagai pertanyaan tersulit yang harus
dijawab. MURI harus menjadikan pertanyaan ini sebagai Question of the Year 2004
karena tak ada satupun orang yang bisa menjawabnya.
Anak-anak sekolah! Tanyakan pada guru killermu tentang hal ini. Bisakah mereka
menjawab?
Mahasiswa! Tanyakan pada dosen killermu pertanyaan ini. Bisakah mereka
menjelaskan?
Sementara Suci, istri almarhum Munir, malam ini masih menangis karena
anak-anaknya tak pernah berhenti menanyakan nasib Abahnya.
Acara 100 hari memperingati pembunuhan Munir kemarin, diisi dengan hiburan dan
kata belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkannya. Juga ada kata-kata turut
penasaran dengan misteri kematian Munir. Tapi apakah kata-kata yang terucap
pada malam itu bisa ditransformasikan dalam wujud nyata : mencari kebenaran
tentang misteri kematian sang pejuang HAM. Walau malam itu diluncurkan sebuah
buku dari penerbit Mizan, Munir, sebuah kitab melawan lupa. Apakah para hadirin
dan pembaca buku itu terbebas dari lupa untuk memperjuangkan keadilan? Butet
Kertaradjasa memelesetkan puisi Chairil Anwar "Krawang-Bekasi" dengan tema-tema
yang kontekstual tentang kepahlawanan. Apakah bisa puisi plesetan itu dapat
mengobati luka hati yang masih merekah? Gus Mus, Rendra, Oppie, dan semua yang
ikut bicara dalam acara itu, termasuk Iwan Fals yang memberikan sebuah lagu
khusus untuk Suci, apakah rasa simpati dan belasungkawa selesai hanya malam itu
saja? Semoga tidak. Semoga saja pembunuh yang memerintahkan pembunuh bayaran
untuk membunuh Munir bisa ter ............ ter... apa?
Tertangkap? Mungkin...
Terpidana? Mungkin...
Tertawa? Pasti...
Tertidur? Pasti...
Terlindungi? Mungkin pasti...
Terlupakan? Mungkin pasti...
Saya menulis ini bukan untuk polisi, juga bukan untuk politisi apalagi untuk
mereka yang sibuk di birokrasi. Saya menulis ini juga bukan untuk TNI, sebab
TNI sedang sibuk dengan reformasi diri. Tulisan ini juga bukan ditujukan untuk
aktifis hak azasi. Sebab mereka sibuk banget mencari data-data lain tentang
pelanggaran di negeri ini. Aku menuliskan hanya untuk MURI. Semoga pertanyaan
ini menjadi "Pertanyaan yang Sulit di Jawab di Penghujung Tahun 2004" ini. Atau
mungkin ada banyak pertanyaan yang memang tak bisa dijawab di negara ini. Sebab
setiap pertanyaan memang hanyalah untuk pertanyaan saja, bukan untuk mencari
jawaban. Pertanyaan tentang korupsi dari presiden hingga RT, tentang manipulasi
proyek, tentang mark up anggaran, tentang penggusuran, tentang kerusuhan,
tentang bom, tentang goreng [kentang goreng, maksudnya!] ah. Kalau begitu,
ternyata banyak pertanyaan yang tak terjawab di negeri ini. Berarti memang
negeri ini negeri kegelapan, negeri bodoh, karena tak satupun dari pejabat
negaranya bisa menjawab pertanyaan rakyatnya sendiri. Tapi sebenarnya mang Odon
atau mang Papay bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi dia bilang, kalo ngomong
takut bernasib sama seperti Munir. Mereka berdua ogah jadi pahlawan. Karena di
Indonesia ini, pahlawan pastilah mati!
|