|
Gali. Nama lengkapnya Sugali, nama singkat yang
diterima dari orang tuanya. Mungkin orang tuanya suka sekali dengan lagunya
Iwan Fals, jadi mengabadikan nama salah satu tokoh dalam lagu Iwan Fals itu buat
anaknya. Tapi itu mungkin. Sebab tak Gali sendiri tak pernah bertanya pada
siapapun tentang asal muasal namanya itu. Gali kini bekerja sebagai sopir di sebuah
perusahaan milik pengusaha yang masih muda dan kaya raya. Sebelumnya dia pernah
jadi kenek tukang gali sumur di pulau Gali ( Setiap hari, pagi dan petang tugas Gali adalah
mengantar-jemput karyawati milik pengusaha muda dan kaya raya. Beda dengan
Supacul, atasan Gali kali ini tak mau terkenal karena khawatir kolusinya dengan
pejabat pemerintah setempat yang melancarkan proyek-proyeknya ketahuan. Yang
namanya setiap hari mengantar-jemput karyawati, wajar saja kalau hati Gali
tertambat pada salah satu karyawan sang bos. Karyawati itu bernama Ratna, gadis
Setiap malam Gali selalu memikirkan, apakah mungkin
Ratna mau menyambut tepukan tangan Gali. Apakah Ratna bersedia menerima
perasaan cintanya. Setiap hari Gali selalu mencari kesempatan untuk bisa
mengutarakan isi hatinya pada Ratna. Tetapi harapan itu selalu sirna karena
biasanya Ratna selalu turun lebih dahulu di depan rumahnya ketimbang beberapa
karyawati yang masih harus diantar hingga ke rumah. Pernah sekali dua kali Ratna minta Gali
mengantarnya ke Mall untuk berbelanja kebutuhan bulanan. Gali senang sekali. Ia
berpikir, inilah kesempatan yang dinantikannya untuk mengutarakan isi hatinya.
Tapi harapan itu selalu kandas karena kata-kata yang sudah dihafalkannya setiap
malam untuk menyampaikan isi hatinya selalu menguap entah kemana jika dia sudah
berduaan dengan pujaan hatinya. Gali kontan saja menjadi orang yang gugup
ketika Ratna mengajaknya bercengkrama dalam setiap perjalanan berdua saja.
Kalau sudah begini, ia hanya bisa tengkurap di tempat tidurnya, menutup kepala
dengan bantalnya, meluapkan kekesalan karena tak berani mengungkapkan perasaan
hatinya. Gali mencoba merenungkan, kenapa ia selalu gugup
kalau bicara berdua dengan Ratna. Ia merasa inferior bila membandingkan jabatan
Ratna dengan dirinya yang hanya sebagai supir saja. Tapi iapun berpikir, apa
salahnya kalau supir mencintai sekretaris. Tokh dalam kamus cinta tak pernah
ada keterangan tentang jabatan yang menjadi prasyarat dua sejoli menjalin
cinta. Gali sering berkonsultasi dengan penyiar radio gaga yang menjadi station
favoritnya setiap malam Jum´at, ketika acara konsultasi Jum´at sore, setelah mengantar karyawati lain
pulang ke rumah, Ratna meminta Gali mengantarkannya ke Mall. Biasa, perabotan
kecantikannya sudah harus direfill. Gali menganggap ini sebagai kesempatan
untuk kesekian kalinya. Apalagi, baru semalam ia mendapatkan motivasi dari sang
Penyiar radio gaga. Dalam perjalanan Gali mencoba memfokuskan pembicaraan
dengan Ratna sesuai dengan saran penyiar radio gaga. Ratna yang selalu murah
senyum selalu menanggapi setiap topik yang dilontarkan Gali, mulai dari soal
bom Bali, kenaikan BBM, kenaikan gaji, kenaikan pangkat beberapa perwira,
kenaikan tarif listrik dan telepon, kenaikan SBY dan Kalla menjadi presiden,
hingga beralih ke masalah yang dirasakannya, perasaan cintanya pada Ratna. Di
lampu merah menjelang belokan ke Mall, Gali menginjak rem mobilnya dan
bertanya, bagaimana tanggapan Ratna bila dia mencintainya dan mengajaknya
menikah. Ratna yang selama perjalanan selalu lancar menanggapi obrolan Gali
juga langsung menginjak rem lidahnya. Seperti menginjak rem mendadak, Ratna
hanya melongo memperhatikan wajah Gali. Ia sama sekali tak menyangka kalau Gali
memiliki perasaan khusus padanya. Selama ini Ratna hanya menganggap Gali
sebagai salah satu karyawan perusahaan, lebih jelas sebagai supir, yang selalu
baik hati mau mengantarnya walau tak pernah sekalipun diberi tips. Ratna
benar-benar merasa seperti dikemplang di belakang kepalanya. Setelah beberapa
detik mulutnya menganga dan matanya membelo, Ratna terkulai lemas di bangku
mobil sebelah Gali. Mungkin pertanyaan Gali terakhir barusan dirasakan seperti
petasan yang meledak tepat di depan batang hidungnya. Ratna jelas-jelas
pingsan! Gali mencoba membangunkan Ratna, tapi tak sempat pula, karena lampu
hijau sudah menyala dan klakson kendaraan yang ada di belakang mobilnya sudah
bersahut-sahutan seperti menyambut malam tahun baru. Iapun panik dan langsung
membawa Ratna ke klinik 24 jam. Di klinik Ratna ditangani oleh dokter jaga. Sang
bos, pengusaha muda yang kaya raya datang seketika setelah menerima sms Gali
tentang nasib yang menimpa Ratna. Gali menceritakan asal muasal penyebab
pingsannya Ratna kepada sang bos, pengusaha muda yang kaya raya. Sang bos,
pengusaha muda yang kaya raya mengangguk-anggukan kepala. Tangannya
menggaruk-garuk janggutnya yang tak berjenggot. Di ruang tunggu, dua menit
empat puluh dua detik setelah itu, ia menyampaikan pernyataan resmi kepada
Gali. "Kamu dipecat karena telah berani-beraninya menyatakan cinta kepada
sekretaris saya, dan sekaligus sebagai satu-satunya calon istri keempat saya!"
Di ruang periksa, Ratna siuman setelah diberi pertolongan oleh dokter jaga. Ia
menyebut-nyebut nama Gali. Tapi sang dokter jaga memberitahukan kalau Gali sudah
pulang dengan tidak bertanggungjawab. Sang dokter jaga yang masih muda dan
berkacamata rupanya menaruh hati seketika pada pasien barunya. |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































