|
Hidup
ini aku jalani dengan memahami resiko jauh sebelum resiko itu jadi kenyataan.
Ini aku lakukan agar ketika seburuk-apapun resiko yang datang, tak terlalu
membebani pikiran. Karena kalau pikiran sudah terbebani dengan hal-hal yang
meningkatkan amarah, akan membuat hidup ini semakin melelahkan. Beda
sekali lelah karena bekerja keras, dengan lelah karena kesal dan kecewa. Oleh
karena itu aku berusaha agar tidak lelah pada pilihan kedua. Seorang petani
tentu saja lelah setelah memacul dan membajak sawah setiap hari. Namun
kelelahannya itu akan berbuah manis, panen yang menyenangkan. Seorang politisi
sibuk setiap hari menjalin konspirasi. Ketika konspirasinya berhasil dalam
menghancurkan reputasi "teman politiknya", ia senang. Tapi ia rasa lelah dan
kecewa tak akan habis. Ia akan terus menciptakan konspirasi baru untuk
menghancurkan kaki tangan "teman politik" yang telah dijerumuskannya. Hidupnya
akan berkecamuk dalam dunia amarah yang menjengkelkan. Aku
mencatat lagi fenomena kehidupan dalam ruang lain pada dunia ini. Sebuah negeri
atas angin yang di dalamnya ada komunitas yang disatukan dalam satu kepentingan
bersama, visi bersama, misi bersama. Sebuah kehidupan pada dimensi lain. Di
dalamnya ada fenomena yang merupakan miniatur dari kisah hidup manusia. Di
negeri atas angin, setiap orang harus hati-hati bertindak dan berkata-kata.
Karena sedikit saja ia terlihat aneh, maka berita akan menyebar ke seantero
jagad hanya dalam hitungan 0.234 detik. Kehidupan di sini menyatu antara
manusia dengan jin. Jadi wajar saja kalau "JIN" yang kerjaannya sering mencuri
informasi itu mudah menjalankan pekerjaannya. Kadang sulit membedakan apakah
yang berbicara denganku itu jin atau manusia. Sebab kadang jin menyaru jadi
manusia dan manusia sendiri juga tak jarang menyamar sebagai jin. Ini fenomena
paling menarik dalam kunjunganku di negeri atas angin. Ada
lagi kelompok lain yang hidup di negeri atas angin ini. Mereka adalah
orang-orang yang secara nasib selalu di bawah standar hidup manusia. Mereka
biasa dipanggil kurcaci. Umumnya manusia dan jin di sini memandang rendah
mereka, seenaknya kalau meminta pertolongan mereka, dan tak perlu memberikan
imbalan karena kurcaci biasanya ikhlas membantu majikannya. Aku mencoba masuk
lebih dalam ke jiwa kurcaci itu. Satu malam aku mendapatkan bahwa mereka adalah
orang-orang yang sederhana dalam memandang hidup. Mereka tak pusing memikirkan
visi dan misi seperti yang diimpikan kalangan dewa dan manusia. Para kurcaci
ini hidup apa adanya. Mereka hanya butuh keceriaan, bukan makanan apalagi harta
kekayaan. Aku merasakan kenikmatan yang sulit dirasakan jika aku berada dalam
kelompok manusia, yaitu ketika aku makan bersama-sama mereka, para kurcaci yang
cekatan. Kelompok
yang paling berpengaruh di negeri atas angin adalah komunitas dewa-dewa. Mereka
paling berkuasa dalam menentukan nasib mahluk hidup di dunia. Mereka berhak
atas hidup dan matinya alam semesta. Mereka bebas menciptakan hukum baik yang
diinspirasikan dari kitab lama maupun dari hasil bertapa di lubang durjana,
tempat mereka membuang kotoran melalui anusnya. Ada
sekawanan makhluk yang sangat benci terhadap salah satu dari komunitas
dewa-dewa. Yaitu komunitas anjing liar. Padahal mereka termasuk golongan yang
lebih dahulu hidup di dunia baru ini ketimbang para dewa. Namun kehadiran para
dewa yang menjelma sebagai manusia sempurna mengubah tatanan dunia mereka. Memporak-porandakan
piramida kehidupan tatanan lama. Menciptakan piramida baru sesuai kehendak
mereka. Anjing liar, bahkan dianggap golongan yang wajib dibantai tanpa belas
kasihan. Salah satu dewa yang bertanggung jawab dalam Departemen Semaunya,
menyelenggarakan sayembara yang boleh diikuti oleh kalangan manusia ataupun
kurcaci. Sayembara itu berhadiah 10.000 keping recehan untuk satu anjing liar
yang tak bernyawa. Sejak sayembara itu digelar, banyak kawanan anjing liar
bersembunyi dari intaian manusia ataupun kurcaci yang mau membunuh mereka. Dulu,
sewaktu dewa-dewa belum mengekspansi
negeri di atas angin ini, piramida kehidupan di sini merupakan piramida terbaik
buat kawanan anjing liar. Di puncak piramida bertengger kawanan jin. Di bawah
mereka adalah kelompok spesies asli yang dilahirkan di tanah ini. Di bawah
spesies asli ini adalah kawanan anjing liar, yang dipercaya sebagai penjamin
keamanan dari kelompok terbawah dalam piramida, yaitu babi hutan. Dengan
amannya lingkungan, kelompok Spesies asli mendapatkan panen dari hasil buminya.
Semakin sering mereka menciptakan kontak dengan dunia manusia, maka merekapun
tertarik untuk menjadi manusia. Mereka menganggap bahwa manusia adalah makhluk
yang paling hebat dalam segala hal. Karena itu mereka ingin mengubah dirinya
menjadi orang hebat. Maka negeri atas angin ini mereka tinggalkan. Sepeninggal
spesies asli, anjing liar semakin liar karena tak ada yang memberi perintah dan
makanan. Pada situasi seperti ini, hadirlah para dewa yang menganggap bahwa
kehidupan di negeri ini harus ditata lebih baik lagi. Merekapun menciptakan
kehidupan baru, memindahkan sebagian komunitas manusia untuk hidup di sini,
menciptakan para kurcaci, dan menggeser kekuasaan jin hingga menjadi sejajar dengan
manusia. Terus terang saja kalangan jin merasa terhina. Jin merasa sejak zaman
nenek moyangnya selalu dihina, disingkirkan dari posisi yang enak ke posisi
yang lebih rendah sedikit dari manusia. Dengan
kehadiran para dewa, piramida pun mengalami rasionalisasi zaman. Pada puncak
tertinggi adalah para dewa. Di bawahnya terbagi dua kolom untuk jin dan
manusia. Di bawahnya lagi adalah kalangan kurcaci. Dan di bawah kurcaci adalah
sisa-sisa makhluk lainnya, termasuk di dalamnya anjing liar yang saat ini menaruh
dendam karena banyak kematian menyiksa mereka. Dendam mereka pernah mereka
wujudkan dengan membiarkan bau bangkai mereka menyelimuti salah satu bagian
dari tempat tinggal dewa dan manusia. Cerita
ini baru permulaan saja dari kisah-kisah menarik dalam dunia atas angin. Aku
masih di sini, walau kadang turun ke bumi. Masih banyak yang akan kucatat
tentang fenomena kehidupan di negeri atas angin ini. |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































