17/11/2005
-
Satu Cerita Beda Berita
|
Pendapat seseorang tentang suatu hal memang beda-beda. Ada yang lurus-lurus saja, ada juga yang kelewat bengkok, bercabang, ngga nyambung, atau bahkan bego! Satu kasus, misalnya. Istri tetanggaku melahirkan di rumahnya, sebelum sempat berangkat ke rumah bersalin bersama suaminya. Sang suami kebetulan tak berencana masuk kantor, karena hari ini mereka memang berencana memeriksakan kondisi kandungan ke klinik bersalin yang jaraknya lebih dari 35 KM dari Cihideung Forest ini. Allah memang punya kuasa! Belum juga mereka berangkat, si bayi bungsu sudah keluar. Spontan saja tetangga terdekat berdatangan membantu proses persalinan. Ibu-ibu menangani bayi dan ibunya yang terbaring di tempat tidur, Bapak-bapak sibuk mencari perlengkapan dari rumah-rumah terdekat sesuai perintah ibu-ibu di dalam kamar. Beberapa menit, proses penanganan persalinan selesai, bayi dan ibunya selamat. Alhamdulillah. Kami tentu saja bersyukur karena Allah memudahkan urusan di pagi yang masih gelap itu. Mataharipun tersenyum menyambut lahirnya manusia baru. Tapi tanggapan tetangga lainnya yang kebetulan mendengar kabar ini berbeda-beda rupanya. Ada yang bercerita kalau kejadian pagi tadi adalah masalah besar yang membuat gempar kampung ini. Tetangga yang seperti itu spontan berlari kemana-mana untuk mengabarkan kepada dunia. Ada juga yang santai saja menanggapinya, "oo... baguslah!". Ada yang salut terhadap sang istri yang baru saja melahirkan di rumahnya sendiri. Ada yang kagum akan ketengangan sang suami dalam menghadapi proses kelahiran anaknya secara mendadak. namun ada juga yang menganggap kalau sang suami yang seperti ini tidak memiliki tanggung jawab terhadap istrinya. Walah!! ada-ada saja tetanggaku yang satu ini. Ia beranggapan kalau sang suami yang baru saja mendapatkan rizki dari Allah berupa kelahiran sang putra dan keselamatan sang istri itu seharusnya sudah membawa istrinya sejak beberapa hari kemarin. "Suaminya terlalu santai! tidak tanggap!" Memang dalam suatu komunitas, ada saja orang yang senang menanggapi suatu kejadian dari sisi negatifnya saja. Mungkin dengan begitu, orang-orang seperti itu merasa lebih tahu dari orang yang mengalami masalahnya sendiri. Anehnya lagi, infotainment negatif seperti itu lebih cepat menyebarnya ketimbang info positif. Inilah hidup bertetangga. Di kampung anda mungkin ada juga kejadian yang mirip-mirip seperti yang saya paparkan barusan. Kalau memang ada, bolehlah saya menggeneralisasikan, bahwa di setiap tempat ada saja orang-orang yang gemar menggosipi tetangganya sendiri, temannya sendiri, bahkan... ada juga lho yang tega menggosipi suami/istrinya sendiri. Lihat saja di media infotainment yang membosankan itu. |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































