17/11/2005
-
Sekedar Mengingatkan, Ini Ramadhan!
|
Semua orang Islam di dunia akan memasuki masa Ramadhan. Setahun sekali, atau 1 dari 12 bulan yang Allah kreasikan adalah Ramadhan. Apa yang biasa terjadi pada masa Ramadhan? Yang pertama adalah suasana religius kembali mendominasi hari-hari. Terutama pada pagi, petang, dan malam. Kalau siang biasa saja... lapar. Kita bisa lihat suasana religius terbentuk bahkan sejak menjelang Ramadhan. Lihat saja di televisi, stasiun TV mana yang tak menayangkan tontonan bernuansa Islami? Ada nggak ya? Belum lagi tayangan sinetron bernafaskan Islam, sulit sekali menentukan cerita mana dan channel mana yang akan jadi tontonan keluarga. Sebab semua stasiun TV sama-sama menayangkan sinetron yang ceritanya sama-sama gampang ketebak: basi! Tapi sepertinya tetap saja rakyat kebanyakan lebih suka nonton sinetron basi itu, gonta-ganti channel, hanyut dalam dongengan layar kaca. Ramadhan membuat kita harus bisa menahan diri dari segala kemauan yang terlarang. Seperti makan dan minum, meluapkan amarah, mengumbar birahi, dan menebar gosip/ghibah. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, sepertinya larangan-larangan tersebut agak sulit juga dipatuhi. Kalau soal menahan lapar dan haus, itu gampang. Yang paling sulit umumnya adalah menahan amarah, menahan pandangan, menahan pendengaran, dan segala hal yang sifatnya "daleman". Kadang memang sulit menahan emosi. Di bulan Ramadhan ini gampang sekali emosi kita teruji dengan hal-hal yang terjadi di luar dugaan. Misalnya ada orang yang tiba-tiba complaint dengan marah sepenuhnya, padahal setelah kita terpancing, eh dia baru sadar kalau salah alamat. Mestinya dia marah ke orang lain. Misalnya juga, di dalam bis kota atau kereta listrik yang penuh sesak dan menyesakkan, mudah sekali emosi kita terbakar. Lagi susah payah berdiri menahan kantuk, tiba-tiba ada seseorang yang tak sengaja mendorong, menyikut, menginjak, meludah, dan memuntahi kita. Misalnya lagi, ketika sedang belanja bahan kebutuhan makan di mall, mata kita terpana melihat pramuniaga atau juga yang sama-sama sedang berbelanja, yang berpakaian seperti lontong atau lepet. Sebenarnya kita sudah berusaha menatap sekali saja pemandangan "makhluk cantik" ciptaan Tuhan itu. Kita pasti ingat, setelah pandangan pertama, adalah ..... jelas pandangan kedua... (ga mungkin langsung ke-11). Nah permasalahannya, perempuan-perempuan yang berpenampilan "syurr" itu tak hanya satu. banyak sekali yang lalu-lalang, melintas, berpapasan, bahkan berpepetan. Ini yang paling bahaya, mepet! Satu hal lagi yang paling sulit untuk dikendalikan saat Ramadhan adalah ghibah. Tau ghibah kan. Kalo ga tau kebangetan deh lo! Kita kadang sering lupa diri kalau sudah mendengarkan gossip atau bahkan ketika kita sedang menyebarkan gossip. Kita tak sadar kalau bibir kita sudah melampaui batas kemonyongan, tetap saja asyik mengghibahi teman kerja, teman sekolah, teman kuliah, teman main, teman-teman, dan musuh. Yang terakhir ini biasanya terbatas pada zona politik saja dan di sini tak pantas membahas politikus. saya khawatir kalau membahas politikus dan politisi di endonesya ini, membuat blog ini tertular bego. (takut gue tambah bego... ) Pada masa Ramadhan kita terbiasa makan bersama. Ini yang enak dirasakan. Walaupun hanya berbuka puasa dengan air putih dan sebutir kurma, tapi kalau dilakukan bersama-sama dengan keluarga, kolega, teman, partner, dan awas ya... jangan bedua pacar, lu namanye puasa begaye doang! Masa Ramadhan memang diciptakan Allah sebagai masa penuh berkah, penuh kasih sayang, dan penuh dengan kelembutan. Semua ini biasa kita rasakan bersama keluarga dan kolega. Kita patut bersyukur, Allah menciptakan satu bulan yang penuh dengan suasana indah. Tapi ingat sekali lagi. Justru masa Ramadhan ini kita lebih gampang tak tahan ujian. Karena itu, sekedar mengingatkan, mari kita masuki masa Ramadhan dengan tekad yang bulat untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan kita sebagai makhluk spiritual. (he he he... sepertinya lebih pantas Aa Gym yang ngomong deh ketimbang gue ) Sekedar mengingatkan, ini Ramadhan! Tolong jangan tukar sandal bututmu dengan punya tetanggamu! Tolong jangan pakai pakaian yang menyembulkan lekukan dan tonjolan di badanmu! Tolong jangan ajak temanmu kalau mau makan siang di warung nasi! Tolong belajar mengurangi ghibah, tokh kamu juga tak suka dighibahi! Sekedar mengingatkan, ini Ramadhan! Tolong jangan marah-marah, sebab semua orang juga bisa marahin kamu, tapi ini Ramadhan! Tolong jangan sok suci, sebab semua orang juga bisa berpura-pura alim seperti kamu, tapi ini Ramadhan! Tolong jangan lirik istri tetangga, sebab semua orang juga bisa melirik istrimu, tapi ini Ramadhan! Sekedar mengingatkan, ini Ramadhan! Tolong lupakan kebiasaanmu mengentit uang rakyat Tolong lupakan hobimu menimbun barang-barang hak publik Tolong lupakan kegemaranmu, nilep uang zakat Tolong lupakan kesukaanmu, terima sogokan atau apapun namanya Sekedar mengingatkan, ini Ramadhan! Tolong jangan jual kepentingan rakyat buat menutupi kepentingan pribadimu Tolong jangan jual kepentingan partai buat menutupi kerakusanmu Tolong jangan jual kepentingan agama, buat menutupi kemunafikanmu Sekedar mengingatkan, ini Ramadhan! Semoga 11 bulan berikutnya kita bisa merasakan Ramadhan pula. |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































