26/11/2005 - Sebatang Ranting
Posted in Catatan Lepas


Rasulullah SAW bersama para sahabat sampai di sebuah gurun pasir yang tandus. Mereka beristirahat di gurun itu sebelum melanjutkan perjalanannya. Ketika mereka membutuhkan kayu bakar, Rasulullah memerintahkan, "Kumpulkanlah kayu bakar!"


Beberapa orang sahabat terperanjat, "Wahai Rasulullah, lihatlah! Tanah ini tandus. Kita tidak dapat menemukan sebatang kayupun di sini."

Beliau SAW berkata, "Bagaimanapun keadaannya, kalian harus mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya."

Para sahabatpun menyebar ke gurun. Dengan seksama mereka mencari-cari kayu di tanah. Ranting sekecil apapun, akan mereka pungut jika mereka temukan. Tiap orang berusaha mencari kayu sebanyak-banyak dan mengumpulkannya dalam satu tempat. Setelah semuanya selesai, jadilah sebuah tumpukan besar kayu bakar.

Rasulullah SAW bersabda, "Dosa kecil itu tak berbeda dengan sebatang kayu yang kecil ini. Pada awalnya terlihat remeh. Namun masing-masing diikuti dengan "keremehan" yang lainnya. Demikian seterusnya sehingga menjadi banyak. Dosa kalian juga akan dicatat dan dikumpulkan hingga suatu hari dimana kalian menyadari, bahwa dosa-dosa kecil yang kalian anggap remeh itu telah menjadi tumpukan dosa yang besar."

Itulah sedikit kisah yang mengandung banyak hikmah. Sebuah kisah yang ketika pertama kali membaca judulnya, kunilai sangat sepele. Dan ketika kubaca ceritanya juga sepele, tentang ranting doang. Namun makna yang ada begitu menebarkan getaran di dada. Perumpamaan yang Rasulullah SAW sampaikan tentang sebatang ranting cukup membuat hati terperangah, terkejut, tersadar, dan malu. Betapa banyak dosa-dosa kecil yang aku lakukan. Mungkin saat melakukannya bahkan aku tak menganggapnya sebagai dosa karena menganggapnya remeh atau sepele. Padahal seorang Pele itu bukanlah orang yang sepele. Dia adalah seorang legendaris sepakbola yang kiprahnya bukan hanya membanggakan Brazil, tapi juga menyenangkan dunia. Maaf, agak nyasar!

Banyak contoh keremehan yang bisa kita lakukan. Misalnya, pelit senyum, malas mengucapkan atau menjawab salam, menghalangi orang lain untuk menggunakan haknya, ngentit uang setoran, menaikkan harga berlebihan, membuat iklan yang tak sesuai dengan kenyataan, menjitak anak kecil yang tak berdaya, menebar kentut diam-diam, ghibah, merasa paling benar, merasa paling suci, merasa hanya kelompoknyalah yang benar dan yang lainnya sesat, melarang yang tak dilarang, tak mengembalikan barang pinjaman, sengaja tak mau bayar hutang, menyunat gaji karyawan, pungli di jalan, menyogok dan menerima sogokan, besukaan dengan non-muhrim, merasa jadi pahlawan, mencicipi narkoba, menebar virus, mematikan password orang, dan segala hal-hal yang kita anggap sepele padahal menghambat kemaslahatan.

Kalau kita renungi, dalam sehari, berapa banyak dosa-dosa sepele yang kita lakukan. Berapa banyak jika seminggu, bertumpukkah jika sebulan, menggunungkah jika setahun, dan seterusnya hingga kita mendapat jatah ajal.

Benar juga apa kata Nabi SAW., ternyata hal-hal sepele itu memang selalu dianggap bukan masalah. Kita tak merasa berdosa ketika menyindir teman, padahal teman kita itu sakit hati.

Lalu bagaimana agar kita tak menyepelekan dosa? Aku tak bisa menasehati kita. Kupikir kita sendiri bisa menasehati diri sendiri. Sebab sesungguhnya di dalam hati kita telah Allah sertakan ruh kebenaran yang senantiasa mengingatkan kita ketika kita akan melakukan dosa. Tinggal kita sendiri, kita menurut atau cuek terhadap bisikan ruh kebenaran itu.

Kalau tulisan ini dibuka dengan cerita sepele, maka saya memaksakan diri untuk menutupnya juga dengan kisah sepele. Sebuah pesan singkat namun kaya manfaat. Sebuah pesan Nabi SAW yang disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib r.a.

"wahai Ali, ada 3 derajat, 3 penghapus dosa, 3 bencana, dan 3 penyelamat. Adapun ketiga derajat itu adalah ; melakukan wudhu yang sempurna tatkala udara dingin menggigit, menunggu datangnya waktu shalat berikutnya setelah shalat, dan melalui malam dan siang dengan shalat jamaah. Sedangkan ketiga penghapus dosa adalah ; menyebarkan salam, memberikan makanan, melakukan tahajud di malam hari ketika kebanyak orang sedang tidur. Ketiga bencana yang dapat membinasakan adalah ; bersifat kikir, mengikuti hawa nafsu, dan merasa kagum atas diri sendiri. Adapun yang terakhir, 3 hal yang akan menyelamatkan adalah ; takut kepada Allah baik saat sendiri maupun saat ramai, bersikap wajar ketika kaya atau miskin, dan selalu berkata benar saat suka maupun duka."

Cihideung Forest, 25 November 2005



 
Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.