9/12/2005
-
PERGERAKAN BANGKRUT
![]() Seorang elite sebuah pergerakan keagamaan di endonesya, setelah Lebaran kemarin membubarkan link yang ada di bawahnya. Ia menilai komplotan anak buahnya tersebut sudah jauh sekali terhadap nilai moral agama yang mereka perjuangkan. Ini merupakan kabar baru yang sudah lama saya nantikan. Aku menantikan keputusan pimpinan tersebut sejak tahun 1997 lalu, saat endonesya masih digenggam oleh rejim Haji Muhammad Soeharto. Terlepas dari kapan dibubarkannya, yang jelas keputusan tersebut sempat membuatku tersenyum simpul. Seperti simpul hidup tali pramuka. Sebab yang aku tahu, orang-orang yang selama ini merasa memperjuangkan nilai-nilai agamanya itu sudah cukup lama menjadikan agama sebagai "penghasilan utama" dapur keluarganya. Elite pergerakan itu dapat hidup nyaman dan damai dengan uang hasil pungutan infak yang tiap bulan diterimanya. Kasus seperti itu cukup lama berjalan. Mungkin sejak tahun 1989. Bagaimana sikap para petinggi pergerakan yang dibubarkan itu? Jelas mereka kelimpungan. Satu hal yang paling membuat mereka puyeng adalah : mereka tak mempunyai legitimasi untuk menarik uang dari jamaahnya sendiri. Bagi para jamaah, mereka sendiri sekarang hanya bisa bengong sambil merenungi nasibnya yang telah dibuang atau dibebaskan "entah mau kemana". Kasihan sekali jamaah itu. Kalau kata NQ, seorang pengamat pergerakan di endonesya, "Petingginya yang boker, eh... jamaahnya yang disuruh nyebokin!" NQ memang parah kalau bikin perumpamaan. Lalu siapa yang akan memanfaatkan mereka? Ini patut diperhatikan oleh bangsa endonesya. Jamaah pergerakan, mudah sekali direkruit kembali oleh para oportunis yang hanya akan memanfaatkan mereka sebagai robot-robot pejuang. Apalagi kalau sampai para jamaah, yang saat ini tak ubahnya seperti domba-domba nyasar, direkruit oleh jaringan teroris. Ini mungkin saja terjadi karena di kalangan underground, pertemuan antar pergerakan itu mudah saja terjadi. Mereka cukup mengatasnamakan principal elite pergerakan, untuk menarik domba-domba pengangguran itu. Sebuah pekerjaan yang mudah di kalangan underground adalah mengadakan pertemuan rahasia antar sesama "undur-undur". Seperti yang pernah diutarakan oleh Beberapa oknum generasi N11, kalau mereka pernah bertemu dengan orang-orang dari jaringan Azahari dan Noordin M. Top. Itu mudah terjadi, walau isi beritanya belum tentu pasti. Yang jelas, pasca pembubaran itu, kini jamaah kocar-kacir. Satu kasus sederhana yang menimpa salah seorang anggota midle management dari pergerakan yang bangkrut itu adalah, pecahnya konflik dengan istri. Sang istri, yang biasa hidup serba kecukupan dari penghasilan suaminya dalam pergerakan, kini tak lagi bisa tenang. Tiap hari mereka perlu makan untuk anak-anaknya. Sedangkan sang suami, orang yang cukup lama bergelut dalam pergerakan sama sekali tak mempunyai kreatifitas, inisiatif, dan keberanian untuk bekerja di permukaan. Orang-orang seperti ini selalu takut menghadapi realitas hidup. Kini mereka baru merasakan kalau selama ini mereka menyia-nyiakan usianya dalam dunia khayalan. Kasihan... ![]() Dulu aku pernah menulis : Kebenaran tampil dalam ketiadaan/ketaknampakan dan "penampakan" lainnya Seperti sebuah guci, tanah liat merupakan kebenaran Tapi ia tak tampak. Kebenaran dilupakan, wujud lain lebih nyata Kebenaran tampil dalam "ketidaksadaran" orang akan apa yang dilihatnya Tapi, bagaimanapun kebenaran itu mesti juga diuji Jika mereka mengaku memperjuangkan kebenaran, maka tak lepas dari ujian kehidupan yang dengan sendirinya akan jelas terlihat apakah itu kebenaran atau kebetulan. Konflik internal yang terjadi di dalamnya, korupsi dan manipulasi yang berkembang di dalamnya, merupakan ujian terhadap kebenaran yang selama ini melekat pada jiwa dan pikiran mereka. Dan hasil dari ujian itu tak mesti semua orang tahu. Hanya mereka yang mau meluangkan waktu untuk merenung dan memiliki sedikit keberanian untuk melepaskan diri dari penjara pikiran, yang bisa mengetahui bagaimana kesimpulan atas ujian kebenaran itu. Tapi kenyataannya, melepaskan diri dari penjara komunitas itu sulit bagi sebagian besar kader. Mereka menganggap komunitas adalah kebenaran tunggal tempatnya mengorbankan segala yang dimilikinya. Ketika mereka melihat ketidakpatutan dalam lingkungan internal, mereka tidak membahas ketidakpatutan itu sesuai dengan dalil-dalil yang relevan. Cukup bagi mereka menilai segala masalah dalam kerangka kepatuhan. Apapun perintah yang mereka terima, walau itu bertentangan dengan hati nurani, tetap harus dijalankan dalam kerangka kepatuhan terhadap kepemimpinan yang sakral. Sikap ini umumnya membuat mereka menjadi orang-orang yang pongah. dan menurut saya, kepongahan adalah awal menuju kehancuran. Kini semuanya telah terjadi... benar, kepongahan telah hancur. Saya yakin Allah selalu siap menggantikan sebuah "generasi expired" dengan generasi baru yang benar-benar konsisten dalam suluknya. Lalu apa yang akan dilakukan oleh pimpinan yang membubarkan komplotan penjual agama itu? Ini sebuah pelajaran lagi. Aku mendapatkan informasi dari seorang telik sandi, kalau sang "leader" itu tetap akan meng-arrange sebuah komunitas baru. Ia akan melakukan reorganisasi dengan memilih kader-kader yang menurutnya pantas untuk melanjutkan perjuangan. Yang aku pikirkan selanjutnya adalah, apa yang mereka cari? Mau apa mereka? Dalam konteks imamah, apakah mereka terkordinasi dengan jaringan besar pergerakan di nusantara ini? Sebuah misteri! Semetara kalangan elite utama pergerakan saja saling melegitimasi dirinya sendiri. Tapi, aku tak mau pusing dengan yang ini. Hanya satu saja harapanku, semoga mereka tak malu untuk kembali kepada jalan yang benar. Jalan Tuhan. Dan bertanggungjawab untuk merehabilitasi mental domba-domba mereka. Buat anda pembaca blog ini yang kebetulan merupakan anggota dari pergerakan tersebut, silakan complaint dengan apa yang saya tulis ini. Kalau anda memang tak suka, kirim imel saja. Jangan lagi kirim teror untukku. Teror kalian 8 tahun yang lalu, sudah cukup aku nikmati. Kalau memang mau mengirim, terus terang saja, sekarang aku butuh telor, bukan teror! Jakarta Convention Center, 08 Desember 2005 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
25/12/2005
-
buat RAEL
| hehehe, ketemu lagi di sini. Dulu sekitar 2 tahun yang lalu anda pernah mengirimkan buku buat saya yang berjudul Nasehat Terakhir. Saya sudah baca tuntas. Kesimpulannya : Isi buku anda itu hanyalah ekspresi dari rasa frustasi dan khayalan anda tentang UFO. Anda tak percaya semua agama dan Tuhan. Itu hak anda. Tapi biarkan orang lain meyakini agamanya. oke! Saya pun tak keberatan anda menjalankan "AGAMA" anda. bye! |
Permanent Link |
26/12/2005
-
buat rael juga
|
tulisan anda di rael.org sudah saya lihat bagus juga kalau di bikin komik cerita dongeng pengantar tidur .. kenapa ga sekalian cerita starwars dimasukin juga lebih seru lagi.. dea suka tuh |
Permanent Link |









































Permanent Link