|
seorang gembel
peyot duduk di bangku
reyot di sebelah warung
kopi yang ramai pengopi
ia merenung mengantungkan
kepalanya pada telapak
tangannya menggantungkan
pikiran pada satu khayalan kapankah Tugimen
mau berkencan dengannya?
Hatinya marah
terbakar oleh cemburu yang
bergeletar Hatinya mendendam pada bang mandor
yang mengencani tuginem pada malam temaram pada bang mandor
yang bisa membeli apa saja bahkan siapa saja pada bang mandor
yang selalu dilindungi bodyguard
seorang gembel
peyot masih duduk di
bangku reyot menekan emosi
karena tak berani menelan dendamnya
karena takut mati
tapi pikirannya
masih dibayang-bayangi wajah Tuginem yang
dicintainya walau ia tak pernah
berani menyatakannya
seorang gembel
peyot meninggalkan bangku
reyot menggelar koran
buat tiduran habisi malam di
kolong jembatan
Prumpung, Desember
2005 © Mataharitimoer |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy






































