17/12/2005
-
KACAMATA HITAM ATAU BENING?
|
Dalam kehidupan sehari-hari biasa banget kalau ada orang yang menilai apa yang kita lakukan. Lebih terbiasa lagi kalau penilaian itu adalah sisi negatif kita. Inilah yang sering terjadi pada kebanyakan orang. Dalam satu komunitas misalnya. Ada seorang anggota yang selalu menilai buruk salah seorang temannya. Temannya itu juga selalu mendahulukan sisi negatif teman yang lainnya ketika sedang bercengkrama dengan yang lainnya. Ini sudah biasa terjadi di mana saja. Seorang guru tidak menyukai salah seorang teman seprofesinya karena temannya itu dianggap terlalu over acting di depan murid dan orang tua murid. Guru yang dinilai over acting itu rupanya juga menilai temannya tadi sebagai orang yang tak perhatian terhadap muridnya. Orang tua murid juga begitu, selalu mencari celah kelemahan guru ataupun sekolah secara umum. Murid juga begitu, selalu menganggap kalau gurunya terlalu meremehkan kemampuannya, terlalu berprasangka, terlalu sering memberikan tugas-tugas di luar kemampuan mengalokasikan waktu bagi sang murid. Ini sudah biasa terjadi di mana saja. Di sebuah kampung, ada orang yang tidak suka melihat penampilan tetangga baru mereka yang selalu berbaju koko, memelihara jengot, jarang bertegur sapa dengan orang-orang kampung. Orang yang tidak suka itu menginginkan agar tetangga barunya itu tidak berpenampilan seperti itu. Tetangga baru rupanya juga tidak suka melihat orang kampung yang berpenampilan berantakan, menyepelekan dengan bahasa kampung, dan tradisi kampungan. Ini juga biasa terjadi di mana saja. Orang-orang yang menilai orang lain dengan mendahulukan penilaian negatif itu lebih banyak ketimbang orang yang memprioritaskan sisi baik orang lain. Bisakah kebiasaan berprasangka buruk itu dikurangi sedikit demi sedikit. Jawabnya pasti bisa, asal mau selalu belajar memakai kacamata bening. Selama ini kita terlalu sering memakai kacamata hitam ketimbang kaca mata bening. Jika kacamata kita hitam, maka
apapun yang kita lihat selalu lebih dominan hitamnya. Berbeda dengan
orang yang memakai kacamata bening, selalu membahas kebaikan orang
lain. Kebiasaan menilai buruk orang ini lama-lama melelahkan juga. Karena itu, mulailah mencoba kacamata bening, agar hati kita selalu bening, ketika menilai orang pun selalu mendahului sisi positifnya. Kalau kita mau memakai kacamata bening, maka rasakanlah, badan kita akan terasa lebih enteng, kepala terasa ringan, napas juga tak tersengal. Memakai kacamata bening berarti pula sebagai cara agar tetap hidup sehat. Dengan mendahulukan sisi baik seseorang, maka kitapun tak akan menghabiskan waktu dengan hal-hal yang melelahkan seperti, berprasangka buru, curiga, kesal, iri, dengki, dan segala hal yang merugikan diri sendiri. Cihideung Forest, 17 Desember 2005 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
Share and enjoy
maka
apapun yang kita lihat selalu lebih dominan hitamnya. Berbeda dengan
orang yang memakai kacamata bening, selalu membahas kebaikan orang
lain. Kebiasaan menilai buruk orang ini lama-lama melelahkan juga. 





































