![]() Kalau anda punya uang sebesar RP. Rp. 3.120.000.000,00 mau ngapain? Saya yakin yang ada dipikiran anda andalah bagaimana membantu rakyat endonesya yang rata-rata miskin. Saya yakin pula hal itu akan anda lakukan kalau anda tidak bekerja sebagai pegawai negeri tingkat eselon, sebagai pejabat pemerintah, dan atau sebagai anggota parlemen. Sebab kalau anda bekerja pada ketiga lembaga itu, saya yakin anda tak akan berpikir untuk kepentingan rakyat. Contohnya
adalah 24 orang anggota DPR yang terhormat dari Badan Urusan Rumah
Tangga. Mereka berduapuluh empat plus asisten pribadi ataupun anggota
keluarganya memakai uang sebesar Rp. 3.120.000.000,00 hanya untuk PLESIRAN KE MESIR. Huekkkk.... 24 orang anggota DPR yang terhormat itu beralasan kalau plesiran itu adalah Studi Banding. Setiap orang dari 24 orang yang terhormat itu mendapatkan jatah uang jalan sebesar Rp.130.000.000,00 [seratus tiga puluh juta rupiah].
Suatu jumlah yang tidak kecil bagi kita rakyat biasa. Banyak rakyat
endonesya yang curiga kalau kepergian mereka itu bukanlah dalam rangka
Studi Banding. Mereka yang tak setuju atas kepergian itu lebih
menganggap kalau 24 orang anggota DPR yang terhormat itu sekedar
jalan-jalan menghabiskan anggaran. Padahal Pimpinan DPR yang juga
terhormat telah mengeluarkan Salah seorang teman saya, seorang pegawai negeri di bidang pendidikan bilang, teman-temannya kemarin mengajaknya jalan-jalan dalam rangka penelitian. Ketika ia bertanya tentang obyek penelitian, teman-temannya itu menyatakan, "Masalah obyek penelitian sih gampang. Yang penting ada proposal saja. Tokh yang penting bagi bagian anggaran itu adalah teks dalam proposal, bukan realitasnya. Yang penting kita bisa menghabiskan sisa anggaran tahun ini. Dari pada dikembailkan, mending kita pakai jalan-jalan!" Itulah
salah satu contoh lain bagaimana cara orang-orang di negara korup ini
menghabiskan anggaran. Buat mereka, yang penting punya proposal dan
sudah menyiapkan laporan kegiatan. Itu saja! Yang penting ada yang
ditulis buat kepentingan administrasi saja. Masalah apakah di Mesir itu
ada studi banding atau di tempat lain ada penelitian, itu urusan
keduaratus Tapi saya pribadi PERCAYA kalau
ke 24 batu bernyawa itu benar-benar melakukan studi banding ke Mesir.
Mereka bukan sekedar membandingan tentang Undang-Undang Perjudian. Tapi
yang lebih prioritas adalah membandingkan bagaimana kekayaan mereka
dibandingkan dengan anggota parlemen atau pejabat atau orang kaya di
Mesir. Nah, tingkat kekayaan inilah yang akan mereka upayakan untuk
mereka terapkan setelah kembali ke negaranya. Sepulang dari Mesir,
jangan heran kalau ada selera baru dalam benak 24 orang terhormat plus
anggota keluarganya itu. Makin banyak saja kaum borjuis bego dan
memuakkan di negeri ini. Huekkkk... Terakhir, Rp. 3.120.000.000,00 hanya di DPR saja.
Berapa banyak anggaran di lembaga lainnya dalam pemerintahan negara
korup ini? Berapa banyak anggaran yang akan dihabiskan untuk
kepentingan kaum borjuis? Inilah fakta yang selalu dilupakan oleh
rakyat endonesya, kalau mereka itu selalu diperas dengan bekerja keras,
membayar pajak dan retribusi, dan uangnya untuk kepentingan dan
kesejahteraan kaum borjuis. Nyadar ga lu?! Cihideung Forest, 18/12/05 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
| wakil rakyat kok gitu seh?? ngabis2in duit yang diwakilinnya... gemes beneran deh.. 130jeti cuman buat jalan2.. kalo dibeliin beras udah bisa kasih makan brapa orang tuh...iggghhh.. |
Permanent Link |
| kemaren ibuku bilang: "Bagusnya bubarkan aja DPR, kalau kerjanya hanya jalan-jalan, ngantuk di sidang dan dapet uang..." Itu suara guru, eh bekas guru... |
Permanent Link |










































Abis dr amsterdam.. mereka lanjut ke mesir??? ckckckck... :(
btw, nice article.. :)
Permanent Link