Apa yang harus kukatakan padamu? Kau begitu kupercaya Nyaris tak ada rahasia
Sepanjang perjalanan kita
Kini kau meragu Bahkan kau menyelinap di belakangku Ceritakan kepada dunia Kebencianmu padaku
Entah apa yang harus kukatakan Ketika kepercayaan menjadi bualan Ketika persahabatan menjadi kekhawatiran Entah apa yang ada di kepalamu Pernah kukatakan padamu Aku bukan orang penting Tak layak diperhitungkan Tak dikenal sepanjang zaman Kau tahu Aku terlalu biasa dipergunjingkan Terbiasa dikucilkan Ketika aku tertidur Mereka telanjangi aku dalam kerumunan Ketika aku terjaga Mereka sirami aku dengan pujian Aku sudah terbiasa mendengar bualan Jubah putih yang menutupi kemunafikan Kitab suci yang membungkus kebusukan Khotbah yang menyelimuti kedengkian Silaturahmi yang menyembunyikan kebencian Ketika kata-kata terucapkan Mestinya bermula dari pikiran Mengendap di hati dimatangkan Niscaya citrakan kejujuran Angin Senja Kubiarkan menebar caci-maki Kunikmati menjadi nyanyian pagi Kudengarkan bagai alunan malam Hingga terpancar cahaya matahari Menjadi terang gelapnya hati Menjadi jelas rahasia ini Menjadi lara terbawa mati Cihideung Forest, 31 Desember 2005
|
Permanent Link