31/12/2005 - CATATAN AKHIR TAHUN
Posted in Catatan Lepas




Mengakhiri tahun 2005, Pagi tadi bom meledak di Palu. Lalu aku iseng cari bacaan. Dapat artikel Ini. Berita yang pernah ada dan saya ambil dari redaksi Kantor Berita Radio 68H. Ada
sekitar 13 juta orang Islam di Indonesia, terlibat dalam gerakan Islam radikal. Ini berarti sebanyak 6,5 % dari total penduduk Indonesia. Angka yang mestinya besar. Tak penting apakah seluruhnya dari 13 juta itu sebagaian besar terlibat secara aktif atau cukup memberi ´Amien´.

Angka itu diperoleh dari suatu survei nasional yang dilakukan Pusat Pengajian Islam dan Masyarakat dari Universitas Islam Negeri Jakarta bekerja sama dengan Jaringan Islam Liberal dan Freedom Institute. Hasil survei yang dilakukan pada bulan Nopember tahun lalu itu bakal diumumkan pekan depan. Bocorannya disampaikan secara terbuka oleh Koordinator Jaringan Islam Liberal Hamid Basyaib kemarin dalam kolokium ICIP, kependekan dari International Center for Islam and Pluralism. Lebih jelas, baca di KB Radio 68H.

Seorang teman tadi pagi bertanya padaku, kenapa sih mereka itu doyan ngebom? Apa yang mereka dapatkan? Aku tak bisa menjawab dengan pasti. Sebab pertanyaan itu mestinya dijawab oleh tukang bom itu, bukan aku.
Yang jelas, sepertinya Amerika dan Israel senang sekali kalau di bumi endonesya ini sering terjadi peledakan bom. Itulah yang mereka inginkan, kondisi unstable, berkembangnya terorisme, yang asal muasalnya merupakan trigger dari kedua negara itu.
Sejak tanggal 24 Desember 2005 sebenarnya aku sudah menunggu, dimana bom akan meledak lagi. Ketika hari natal tak ada ledakan bom, aku cukup bersyukur. Aku mengira mungkin kaum radikal spesialis bom itu tak punya kesempatan meledakkan parcel karena intel dan aparat keamanan negeri ini sudah hebat. Tapi ternyata kecolongan juga. Pas sekali, mereka menutup tahun dengan kelakuan liar ala preman-preman arogan didikan Amerika dan Israel.

Kembali ke angka 13 juta, kalau memang gerakan radikal yang dimaksud dalam survey itu terdiri dari beberapa pergerakan, berarti radikalis bomber merupakan bagian kecil saja dari 6.5% rakyat negeri korup ini. Lalu mengapa intel dan aparat keamanan tak mampu menghadapi mereka? Atau memang gerakan underground radikalis bomber itu memang lebih hebat dari centeng-centeng Republik? 


Teman saya masih bertanya, kenapa mereka doyan ngebom? Aku tetap tak bisa menjawab karena jawabanku pasti tak bisa merepresentasikan para pelaku peledakan itu. Aku hanya bisa menyatakan bahwa anggota gerakan underground itu dididik dengan kaderisasi yang bagus. Mereka begitu kuat menanamkan rasa benci kepada negara burung garuda ini. Mereka menjadikan perbuatannya itu sebagai jihad fi sabilillah. Jadi, apapun cemoohan kita terhadap mereka, tetap saja mereka merasa paling benar dan paling representatif untuk memperjuangkan ideologi Islam. Orang-orang seperti mereka itu bebas melakukan apa saja karena menganggap masa sekarang adalah masa perang. Jadi apa yang mereka lakukan sah-sah saja menurut mereka. Mau ngebom kek, mau nyulik kek, mau ngerampok ATM kek, mau makan di warteg sambil ngembat tempe goreng kek, itu halal saja bagi mereka. Sebab selain mereka, manusia di muka bumi ini dianggap kafir dan bebas diapa-apain.


Memang benar, Islam tak mengajarkan radikalisme yang seperti itu. Tapi pada kenyataannya radikalisme itu tetap ada. Masalah apakah mereka itu representasi dari Islam, berpulang ke diri masing-masing. Kadang-kadang kita juga merasa mewakili Islam ketika kita berperilaku. Waktu kita shalat, ceramah, silaturahmi, bahkan ketika kita ngegosip kali ye... Dan merekapun begitu, merasa merepresentasikan Islam. Radikalisme agama lain juga begitu, mereka merasa mewakili Tuhannya. Padahal tak semua penganut agama itu sepakat dengan perilaku demikian.


Mengakhiri tulisan di akhir tahun ini, aku hanya ingin menyatakan ; sebuah kebenaran yang direpresentasikan oleh sebuah kelompok yang merasa paling benar, paling suci, paling mujahid, maka sebenarnya ruh kebenaran itu sudah menguap ke petala langit. Kalaupun kelompok itu masih tetap eksis dan merasa membawa label kebenaran, sesungguhnya mereka itu hanya sekedar mewakili nama kelompoknya saja. Mereka itu berjuang bukan lagi demi kebenaran, tapi demi kelompok mereka sendiri. bukan jihad fie sabilillah, melainkan jihad fie sabilil kabilah. Itu yang jarang disadari oleh sebagian besar kader pergerakan.



Cihidueng Forest, 31 Des 2005 | 23:55 WIB
berapa orang lagi yang jadi teroris di 2006?

Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.