2/1/2006 - BALIBUL DAN PERTEMANAN
Posted in Catatan Lepas

   



Minggu malam kemarin, pas hari pertama di tahun 2006, aku diundang teman-teman untuk pesta sate kambing. Tapi sate kali ini berbeda dengan sate biasanya, begitu temanku berpromosi. Sate yang akan kita buat adalah SATE BALIBUL. Pernah dengar?

Terus terang saja, aku belum pernah tahu sate balibul itu. Mendengarnyapun baru kali ini. Temanku yang berbadan rada gemuk namun lincah ini mendeskripsikan tentang sate balibul. Sate itu katanya khas Tegal. Kakak seorang teman kami, adalah pengusaha sate balibul di sana. Sedangkan balibul itu adalah akronim dari Bayi Lima Bulan. Hwalah!! Mendengar "Bayi Lima Bulan" aku langsung kaget. Karena yang ada di bayangan aku adalah bayi manusia yang dibunuh dengan cara disate. Bego!

Tak salah juga dong kalau aku berpikiran begitu. Sebab di negeri ini tidak jarang kita membaca berita di koran ataupun dari televisi maupun radio, tentang perempuan yang tega membunuh bayinya sendiri. Hampir seperti pembunuhan itu adalah kasus aborsi yang bakalan banyak ditemukan jika benar-benar dilakukan penelitian serius. Nah, mungkin karena sudah sering mendengar kasus pembunuhan bayi itulah, maka pikiranku langsung melesat ke situ.

 

Temanku yang lincahnya mirip bintang film Mandarin, Sammo Hung itu menegaskan kalau bayi itu adalah bayi kambing yang baru berusia 5 bulan. Tambahnya lagi, sate balibul itu merupakan makanan favorit artis-artis endonesya. Akhirnya aku sepakat, pukul 20.00 wib waktu Cihideung Forest, kami mulai nusuk sate, sate balibul.

Tiga ekor balibul cukup banyak juga untuk penghuni hutan Cihideung ini, pikirku sambil membantu menusukkan potongan daging sate ke lidi. Hidup di hutan ini enak sekali. Ada teman yang jago memotong kambing, ada yang spesialis mengiris-iris, ada yang mencari lidi dari pelepah kelapa yang pohonnya bejibun di sini, ada yang khusus mengipas-kipas sate, dan ada juga yang menunggu sajian dengan ngobrol bertopik maupun ngalor-ngidul. Inilah kebersamaan yang kurasakan di hutan ini. Kebersamaan seperti ini biasanya baru terasa kalau ada pertemuan informal seperti ini. Seperti acara malam ini, yang digagas oleh temanku yang bolehlah kusebut namanya, Kupmin Rambe. Dia adalah salah seorang guru di sini yang juga merangkap sebagai ketua panitia lomba badminton.

Sebenarnya pesta sate balibul ini rencananya adalah acara penyerahan hadiah bagi sang pemenang lomba badminton antar penghuni hutan. Pertandingan yang digelar adalah partai double. Penentuan timnya juga asal kocok saja macam arisan. Jadi, yang memang jago badminton bakalan kewalahan melawan tim rivalnya jika dia mendapat rekan yang rada bego main badminton. Seperti temanku yang bernasib sial karena satu tim denganku. Padahal pada lomba badminton yang pernah diadakan beberapa bulan lalu, dia adalah finalis. Tapi berkat kebegoanku, akhirnya dia gugur di babak penyisihan group. Satu lagi uniknya pertandingan kali ini adalah, setiap tim boleh mencari pemain cabutan atau cadangan jika ternyata rekan setimnya tak bisa hadir. Hehehe... di seluruh dunia, hanya di sini saja pertandingan badminton pakai substitusion player. 

Yang lebih kocak lagi adalah partai final. Pertandingan ini berlangsung seru dan ketat. Hampir satu jam mereka menghabiskan set pertama. Hampir satu jam juga mereka menyelesaikan set kedua yang berakhir dengan kedudukan satu-satu. Sesuai ketentuan standard, tentunya pertandingan harus dilanjutkan dengan rubberset. Namun karena adzan maghrib sudah menjelang dan angin petang sudah berkeliaran, maka pertandingan tidak dapat dilanjutkan hingga malam sate balibul ini. Maklum, lapangannya belum dipasangi lampu neon. Ga mungkin enak kan, kalo tetap dilanjutkan pakai obor atau lampu ningtin? (hayoo, tau ga lo apaan tuh lampu ningtin? Tanya sama bangnamun!) Akhirnya semua peserta mengusulkan agar para finalis gambreng atau gamswit aja! Hwalah! Pertandingan berhadiah kambing ditentukan dengan adu jari  hwakakakak...

Tapi ga penting yang menang siapa, sebab hadiahnya juga bakalan dibuat sate. Sebab satenya juga sudah mulai dibakar. Yang penting dalam event pertandingan badminton adalah kebersamaannya, bukan hadiahnya. Betul?! Yang penting dalam pertandingan adalah membina kepribadian kita dalam bersikap sportif, menerima kekalahan dengan bangga, memprotes wasit dengan sopan, dan yang paling penting adalah... tak ada konspirasi antara pemain, wasit, dan panitia. Dan dalam semua hal tersebut, aku lihat pertandingan itu sukses. Terlepas dari gamsuit atau gambrenknya...

Kembali ke nasib bayi kambing yang kini sudah berwujud sate itu, ternyata salah satu ciri khas sate balibul adalah, ketika dibakar, bumbunya adalah susu kental manis. Aku tak perlu menyebutkan merk susunya, sebab aku khawatir produsennya tak mampu bayar iklan di blog ini. Ini yang baru buatku, bumbu bakaran satenya pakai susu. Jadi penasaran bagaimana rasanya?!

Kira-kira pukul 21.00 waktu Cihideung Forest, tepatnya di Sawung Badui samping danau cekdam. Aku merasakan sesuatu yang aneh ketika datang seseorang yang sedang membuatku galau. Seperti lesatan pikiranku beberapa hari sebelumnya, kalau ada yang sedang tidak suka dengan keberadaanku di hutan ini. Dan ternyata bayangan pintas itu menjadi kenyataan. Sebuah kenyataan yang menyebalkan. Beberapa detik aku merasakan suasana yang tak lagi sedap bagiku sendiri di malam ini. Aku berpikir tentang keberadaanku dan juga posisiku di sini. Aku menyadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa di sini. Berbeda dengan dia yang merupakan senior di hutan ini. Karena itu, aku putuskan untuk pulang saja. Aku paling tak nyaman jika hadir dalam suasana yang tak hangat. Lagi pula aku juga tak suka berada dalam sebuah keramaian jika ada satu tokek saja yang merasa terganggu dengan kehadiranku, apalagi kalau yang merasa terganggu itu adalah manusia. Aku berpikir, padahal beberapa menit lagi sate yang sejak tadi kami kerjakan itu siap disantap. Tapi, bagiku percuma saja jika makan tapi tak nyaman. Karena itu, aku melangkahkan kaki... pulang.

Di rumah aku langsung nyalakan kompie dan online sambil mendengarkan lagu The Inner Light yang dinyayikan the Beatles. Kurenungkan lirik lagu yang dipengaruhi oleh aransemen musik India :

Without going out of my door
I can know all things on earth
Without looking out of my window
I could know the ways of heaven

The farther one travels
The less one knows
The less one really knows

Without going out of your door
You can know all things on earth
Without looking out of your window
You could know the ways of heaven

The farther one travels
The less one knows
The less one really knows

Arrive without travelling
See all without looking
Do all without doing

Hampir tengah malam. Datang 2 temanku yang sejak awal sibuk nusukin sate bersamaku, mereka datang dengan sebungkus sate balibul dan sebungkus sop balibul. Hm... ternyata masih ada yang ingat denganku. Itulah realitas pertemanan. Kadang kita memang bagian dari sebuah pertemanan, kadang kita adalah setan yang harus disingkirkan, dan kadang kita adalah bagian yang hilang .... Terhadap semua posisi ini, kita harus ready dan selalu tersenyum! SDSK,  Dalam Segala Kondisi! 

Cihideung Forest, 02 Februari 2006


 

Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

3/1/2006 - Sate Balibul
Posted by Naufal
Semoga pertemanan tidak melulu diukur dengan sebungkus sate BALIBUL. hehehe (makanya bagi2).



Doa yang terpendam, kerinduan yang besar, "kemarahan" yang bermakna dan hati yang menanti, adalah bentuk lain dari sebuah ungkapan pertemanan.



Semangkuk Sup hangat dimusim dingin hanya mampu memberi sedikit kehangatan pada tubuh, sepotong pisang goreng hanya mampu mengganjal perut kita sesaat, dan sebungkus SATE BALIBUL, hanya membuat gua Gondok (heheheh.. makanya kirim-kirim) jangan serius-serius ya, nanti cepat SERIUS loh. Namun doa, kerinduan, kemarahan dan hati yang merintih, adalah teman yang terlupakan. Sebab dia hanya merindu tanpa diketahui. Rintihannya hanya menembus relung hatinya yang merindu, dan rindunya pun hanya mampu ditangkap oleh hatinya yang merintih. Dia amat amat bahagia walaupun hanya mendengar "secarik" kabar tentang temannya.



Robbanaghfirlana waliikhwaninaladzina sabaquna bil iman.Ungkapan yang hanya didengar oleh telinga dan hatinya sendiri..... untuk siapa?





Pernah kita sama2 susah terperangkap didingin malam

terjerumus dalam lubang jalanan

digilas kaki sang waktu yang sombong

terjerat mimpi yang indah.. lelah.

Pernah kita sama2 rasakan panasnya mentari hanguskan hati

hingga saat kita nyaris tak percaya

bahwa roda nasib memang berputar

SAHABAT masih ingatkah .. KAU



hari2 terus berganti

Engkau pergi dengan dendam membara di hati

cukup lama aku jalan sendiri

TANPA TEMAN yang sanggup mengerti

hingga saat kita jumpa hari ini

Tajamnya matamu hanguskan jiwaku.

SAHABAT masih ingatkah Kau?



Semoga SATE BALIBUL bisa gua rasakan.....

Permanent Link

3/1/2006 - mau balibul?
Posted by MT
hehehe... makasih bos FQ2.

entah kapan aku bisa merasakan suasana saat kita baru pertamakali dilahirkan

entah kapan aku bisa kembali merasakan pelukan damai seperti dulu nan jauh

entah kapan kita bisa makan sate balibul bersama (di jakarta dimane yang jual?)



terima kasih, bro!

Permanent Link

3/1/2006 - sadiz amit sih
Posted by meiy
mang ga ada makanan laen, kejem amit anak kambing dibantai..ih :(

Permanent Link

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.