![]() Cihideung Forest saat cerah seperti ini. hutanku, rumahku Siang itu, aku duduk bertiga dengan kedua anakku. Abiyasa Musyafa ![]() Kinkin dan Kaka Abiy. Dari mereka aku banyak belajar... (pancingan). Kaka mengusulkan agar aku menebang pohon bambu yang banyak "Kenapa ikannya ga mau makan, Yah?" tanya Kaka kepadaku "Mungkin dia tak suka umpan yang kita berikan." Jawabku "Kenapa "Ikan itu lebih suka kalau dipancing dengan cacing, udang, atau jangkrik" "Kenapa ikan tak suka nasi, Yah?" tanya Kaka lagi. "Karena nasi bukan makanan ikan." Sebenarnya kami bukan keluarga yang hobi "Tapi ikan di akuarium Pak De, pernah dikasih ikan sama Ferdi?!" Kaka rupanya "Iya, pernah, tapi beberapa hari kemudian ikannya mati�" kataku. "Ikannya lagi tidur kali, Yah!" Kinkin nyeletuk. Sepertinya ia mulai bosan "Tapi nasi Kaka dimakan, Yah! Buktinya habis!" Kaka senang sekali melihat "Alhamdulillah, berarti ikannya senang Kaka memberinya makan." Pujiku. "Ya, Kaka senang bisa kasih makan ikan. Kaka ingin punya akuarium, Yah!" waduh, permintaan baru nih. "Kenapa Ayah bilang Alhamdulillah?" Giliran Kinkin yang bertanya. "Karena sebenarnya Allah memberi ikan itu makanan melalui kalian. Berarti "Memang Allah tahu kita lagi mancing?" tanya Kaka. ![]() Tetanggaku jago mancing. Aku sih ga bisa!! "Allah serba tahu. Dia selalu melihat kita." "Kata Bu Guru Kaka, Allah itu ada di mana-mana." Kaka Abiy sekolah TK. "Bu Guru Kaka benar. Memang kenapa?" Tanyaku. "Kaka pikir, apa Allah nggak capek kemana-mana." "Allah bukannya ke mana-mana, tapi di mana-mana. Kalau ke mana-mana memang "Allah ada di danau nggak, Yah?" Kinkin ikutan nimbrung. " "Di sawung?" " "Di rumah?" " "Tapi ko� Allah nggak kelihatan, Yah? Kaka penasaran mau lihat." Tanya Kaka "Kalau kita mau bertemu Allah, kita harus rajin shalat" "Waktu Kaka shalat maghrib bareng ayah, Kaka nggak melihat Allah?" "Kita tak akan sanggup melihat Allah dengan mata kita. Melihat matahari, "Kalau tak pakai mata, kita lihatnya pakai apa?" "Pakai hati�" "Kaka pikir, hati tak punya mata, Yah!" sebenarnya aku sudah mulai capek melayani pertanyaan anak-anakku ini. "Nanti, sesuai dengan perkembangan usia, kecerdasan, dan keyakinan Kaka dan "Kalau di Amerika ada Allah nggak, Yah?" " "Di Mesir?" " "Ada dong!" "Di tembok " "Kaka mau lihat Allah di Patung "Kaka harus rajin baca buku, shalat, dan menabung." Kaka Abiy kulihat berpikir serius. Ia bahkan lupa kalau pancingnya sudah tak "ha ha ha!" Kaka Abiy tertawa melihat aksi kadal yang lucu itu. Kinkin tersenyum dan meneruskan permainannya. "Adek gimana sih, masa mancing ikan malah dapat kadal" ujar Kaka sambil diselingi tawa. "Kadalnya gigit peniti waktu dedek mau menusuki nasi." Jawab Kinkin sambil tersenyum. "Yah, yah, kenapa Allah menciptakan kadal, Yah?" Tanya Kaka. Hm.... mulai lagi ...... ![]() |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
| kalo yang di belakang sawung kampret namanya Cekdam Angker... iya tuh, gw pernah denger cerita kaya gitu... tapi justru di situ ikannya bagus2 katanya... benar? |
Permanent Link |











































btw..
tuh cekdam dah pernah makan korban lw...tp bukan cekdam yg itu ,tp yang dibelakangnya sawung...
Permanent Link