17/1/2006 - Tepi Danau Cihideung Forest
Posted in Referensi



Cihideung Forest saat cerah seperti ini. hutanku, rumahku

Siang itu, aku duduk bertiga dengan kedua anakku. Abiyasa Musyafa
Wairagya dan Ishmah Hakini Wairagya. Kami bertiga bercengkrama tentang
segala yang ada di kepala mereka berdua. Si Sulung, paling suka
dipanggil Kaka Abiy sedangkan adiknya lebih suka dipanggil Dede atau
Kinkin.


Kinkin dan Kaka Abiy. Dari mereka aku banyak belajar...

Mereka berdua mengajakku memancing ikan. Tapi kami tak punya joran

(pancingan). Kaka mengusulkan agar aku menebang pohon bambu yang banyak
di sekitar sini. lalu, ia memberikan dua buah peniti sebagai kailnya.
Satu untuk Kaka, satu untuk Kinkin. Tanpa susah payah, aku turuti
kemauan mereka. Aku senang melakukannya. Kini kami duduk bertiga
berjejeran. Kaka meletakkan kailnya di tepian danau, Kinkin juga. Tapi
ia lebih sibuk dengan permen cokelat yang masih baru saja dibuka
bungkusnya. Aku asyik menikmati siang yang tak terik sambil membaca
novel yang tak selesai-selesai kubaca.

"Kenapa ikannya ga mau makan, Yah?" tanya Kaka kepadaku

"Mungkin dia tak suka umpan yang kita berikan." Jawabku

"Kenapa
tak suka, Yah?" Kinkin nyambung dengan bahasa cadelnya. Aku tak
menuliskan kata-kata cadelnya dalam dialog ini. Khawatir kita
ikut-ikutan cadel.

"Ikan itu lebih suka kalau dipancing dengan cacing, udang, atau jangkrik"
siapa lagi yang jawab kalau bukan aku. Karena aku yang paling besar di
antara ketiga orang di tepi danau ini, walaupun tidak yang paling tahu.

"Kenapa ikan tak suka nasi, Yah?" tanya Kaka lagi.

"Karena nasi bukan makanan ikan." Sebenarnya kami bukan keluarga yang hobi
mancing. Tapi karena tak ada acara lain untuk mengisi hari libur ini,
maka kami sepakat untuk main bertiga di danau ini.

"Tapi ikan di akuarium Pak De, pernah dikasih ikan sama Ferdi?!" Kaka rupanya
pernah main ke rumah sepupunya yang punya akuarium berisi ikan Louhan.

"Iya, pernah, tapi beberapa hari kemudian ikannya mati�" kataku.

"Ikannya lagi tidur kali, Yah!" Kinkin nyeletuk. Sepertinya ia mulai bosan
dengan acara mancing ini. Sebuah liburan murah yang bisa aku lakukan
bersama anak-anakku. Mancing di danau depan rumah kami.

"Tapi nasi Kaka dimakan, Yah! Buktinya habis!" Kaka senang sekali melihat
nasi yang ditusukkannya pada kail peniti sudah tak ada lagi. "Kaka
senang ikannya mau makan nasi, Yah!"

"Alhamdulillah, berarti ikannya senang Kaka memberinya makan." Pujiku.

"Ya, Kaka senang bisa kasih makan ikan. Kaka ingin punya akuarium, Yah!" waduh, permintaan baru nih.

"Kenapa Ayah bilang Alhamdulillah?" Giliran Kinkin yang bertanya.

"Karena sebenarnya Allah memberi ikan itu makanan melalui kalian. Berarti
kalian itu baik hati, seperti baik hatinya Allah memberi makan kita
sehari-hari."

"Memang Allah tahu kita lagi mancing?" tanya Kaka.



Tetanggaku jago mancing. Aku sih ga bisa!!

"Allah serba tahu. Dia selalu melihat kita."

"Kata Bu Guru Kaka, Allah itu ada di mana-mana." Kaka Abiy sekolah TK.
Usianya 5 tahun. Sedangkan Kinkin baru 3 tahun. Sebenarnya Kinkin sudah
masuk Playgroup tapi karena bosan. Kini ia drop out.

"Bu Guru Kaka benar. Memang kenapa?" Tanyaku.

"Kaka pikir, apa Allah nggak capek kemana-mana."

"Allah bukannya ke mana-mana, tapi di mana-mana. Kalau ke mana-mana memang
berarti Allah itu jalan-jalan. Tapi sesungguhnya Allah itu di
mana-mana. Allah itu sangat luas dari bumi dan langit serta seluruh
planet ini. Jadi begitu besarnya Allah, Dia seolah-olah ada di
mana-mana."
"Di Pluto ada Allah juga nggak, Yah?"
"Pasti ada dong. Allah menjangkau semua yang bisa kita jangkau." aku lipat novelku dan meletakkannya di atas rumput.

"Allah ada di danau nggak, Yah?" Kinkin ikutan nimbrung.

"Ada!"

"Di sawung?"

"Ada"

"Di rumah?"

"Ada juga"

"Tapi ko� Allah nggak kelihatan, Yah? Kaka penasaran mau lihat." Tanya Kaka

"Kalau kita mau bertemu Allah, kita harus rajin shalat"

"Waktu Kaka shalat maghrib bareng ayah, Kaka nggak melihat Allah?"

"Kita tak akan sanggup melihat Allah dengan mata kita. Melihat matahari,
gunung, laut, hujan, badai, yang ciptaan Allah saja mata kita sudah
begitu takjub."
Kaka mengerutkan alisnya. Berarti dia sedang mikir.
"Bagaimana perasaan Kaka waktu lihat bintang gemintang, matahari, bulan, hujan, dan pelangi?"
"Kaka senang, Yah!"
"Dedek juga senang!"
"Allah lebih menyenangkan dari itu semua... Lalu bagaimana perasaan kalian waktu lihat VCD tentang tsunami, tentang erupsi krakatau?"
"Dedek takut, Yah!"
"Kakak tak bisa ngomong, Yah! Kaka cuma mikir, kok tsunami nggak kasihan sama orang-orang yang mati?"
"Allah lebih dahsyat dari tsunami itu dan Allah lebih berbelaskasih
dari pada kita. Jadi tak sanggup dengan mata untuk bisa melihat Allah."

"Kalau tak pakai mata, kita lihatnya pakai apa?"

"Pakai hati�"

"Kaka pikir, hati tak punya mata, Yah!" sebenarnya aku sudah mulai capek melayani pertanyaan anak-anakku ini.

"Nanti, sesuai dengan perkembangan usia, kecerdasan, dan keyakinan Kaka dan
Kinkin, kalian akan bisa memahami bahwa kita bisa bertemu Allah"
kuharap pembahasan ini selesai, hingga pertanyaan Kaka selanjutnya�

"Kalau di Amerika ada Allah nggak, Yah?"

"Ada!"

"Di Mesir?"

"Ada!"
"Di Ka'bah?"

"Ada dong!"

"Di tembok China?"

"Ada juga"

"Kaka mau lihat Allah di Patung Liberty, di Piramida, di Ka'bah, dan di Tembok China, Yah!"

"Kaka harus rajin baca buku, shalat, dan menabung."

Kaka Abiy kulihat berpikir serius. Ia bahkan lupa kalau pancingnya sudah tak
berumpan. Sementara Kinkin sedang asyik bercanda dengan seekor kadal.
Hiyy� aku rada jijik juga melihat kulitnya yang licin. Tapi Kin-kin
justru asyik menaik-turunkan pancingnya kepada kadal pohon yang telah
memakan umpannya.

"ha ha ha!" Kaka Abiy tertawa melihat aksi kadal yang lucu itu. Kinkin tersenyum dan meneruskan permainannya.

"Adek gimana sih, masa mancing ikan malah dapat kadal" ujar Kaka sambil diselingi tawa.

"Kadalnya gigit peniti waktu dedek mau menusuki nasi." Jawab Kinkin sambil tersenyum.

"Yah, yah, kenapa Allah menciptakan kadal, Yah?" Tanya Kaka. Hm.... mulai lagi ......



kalo tak dipakai mancing, danau cihideung forest dipakai buat arena outbond.

Cihideung Forest, 2005


Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

17/1/2006 - jd pengen lg...
Posted by nyelenehbanget
hehe...te..gw juga dulu sering mancing disitu, lumayan dapet , tp cara mancing lw kocak juga , primitif banget pake peniti...he..3x



btw..



tuh cekdam dah pernah makan korban lw...tp bukan cekdam yg itu ,tp yang dibelakangnya sawung...

Permanent Link

18/1/2006 - Cekdam Angker
Posted by mataharitimoer
kalo yang di belakang sawung kampret namanya Cekdam Angker... iya tuh, gw pernah denger cerita kaya gitu... tapi justru di situ ikannya bagus2 katanya... benar?

Permanent Link

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.