22/1/2006
-
Liburan Jelajah Hutan
|
Hari ini 22 Januari 2006 adalah hari libur nasional. Karena menurut tanggalan (kalender) ini hari minggu. Hari Ahad kalau menurut hitungan hari kalender Hijriyah. Pagi-pagi banget, istri sudah mengajakku jalan-jalan. Katanya sudah lama tak pernah liburan se-keluarga. Boljug nih usul. Tapi bagaimana cara agar liburan bisa terlaksana walaupun dompet lagi tiris? ![]() hutan jika di lihat dari atas seperti ini. shoot fotonya sambil terbang kali
![]() Bersyukur banget aku tinggal di hutan ini. Langsung saja terpikir untuk memanfaatkan area hutan yang jarang dijejaki manusia sebagai tempat liburan. Judul liburan kali ini adalah Menjelajah Hutan Sunyi. Itu kata Kaka Abiy dan disepakai oleh Kinkin. Mereka berdua terinspirasi dari film Dora The Explorer yang sering mereka tonton dari VCD bajakan. Maklum, di hutan ini saluran TV nyaris tak kebagian. hanya ada 2 stasiun TV yang bisa ditayangkan di TV rumah kami. Alhamdulillah, keduanya menayangkan .... Liga Inggris dan Liga Italia. Tapi itu bisa tercapai jika cuaca di hutan ini cerah. Kalau lagi datang musim hujan, ya... paling-paling nonton siaran langsung semut hitam putih. Perjalanan di mulai dari rumah menuju cekdam. Anak-anakku menyebutnya danau. Di cekdam itu kami sempat menonton peserta outbond dari HIRO yang sedang menyebrangi cekdam melalui titian bambu yang disimpul dengan tali temali. Seru juga nontonnya. Peserta naik ke atas pohon melalui titian bambu tersebut. Tunggu! Pohon?? Apaan ya? Mungkin idealnya di tengah cekdam itu ada tiang sebagaimana kolam renang umumnya untuk melompat atau terjun ke danau. Tapi kebetulan saja di lokasi yang mestinya berdiri tiang untuk lompat itu sudah berdiri tegak sebuah pohon tua yang tak ada daunnya. Pohon tersebut masih cukup kuat menanggung beban peserta yang beratnya pasti di atas 40 kg. Mungkin kalau pohon tersebut lengser, baru akan diganti dengan tiang pelompat yang sesungguhnya. Jadi itung-itung memanfaatkan kondisi alam gitu. Dari cekdam perjalanan kami lanjutkan ke kolam renang. Kolam renang ini sekarang sudah bagus banget dilihatnya. di semua sisi kolam sudah diberi bebatuan sehingga tak becek jika dilanda hujan. Maklum tanah di sini umumnya tanah merah. Kebayang kan kalau hujan? Lengket, licin, dan becek. Melihat kolam renang, rasanya ingin terjun saja dan berendam. Tapi itu tak ada di agenda acara. Lagi pula anak-anak tak siap berenang karena tak bawa pelampung. Walaupun air kolam ini air jam-jam, tapi lumayan juga buat berendam. what?!! what the meaning air jam-jam at Cihideung Forest??? Tau lah, air jam-jam itu hanya ada di Mekkah. Aku menyebut air kolam atau air di Cihideung Forest ini dengan sebutan air jam-jam karena jam-jam tertentu bening, jam-jam tertentu butek. Forget it! Kalau menurut Kaka Abiy dan Kinkin, perjelajahan kami telah mencapai tahap kesatu. Lagi-lagi mereka mengadopsi gaya cerita Dora yang selalu menjelajah dengan tiga lokasi kunci. Nah menurut kedua anak itu tahap yang harus dilewati adalah....Kolam Renang, ....Hutan Sunyi, ....Masjid Thalibah.... Kolam Renang, ....Hutan Sunyi, ....Masjid Thalibah.... kolam renang air jam-jam (huekekeke....k) Perjalanan terberat yang kami rasakan adalah ketika sudah memasuki hutan sunyi. Hutan ini masih basah karena semalam baru terguyur hujan. Tanahnya becek dan licin. Namun satu hal yang paling mengganggu yaitu monster kecil alias nyamuk dan semut rangrang. Kaka Abiy memanjat ketinggian dataran yang becek dan licin. Ia memegangi akar pohon yang lumayan dapat membantunya hingga ke atas. Lalu Kinkin, upps! Dia terpeleset. Lumayan berarti dia punya bukti fisik kalau ikutan menjelajah. Buktinya celananya dekil. Lalu istriku menyusul kedua anak kami. Innalillahi, ia juga terpeleset bahkan 2 kali. berarti bukti keikutsertaannya lebih valid! hue hehehe... kini giliran aku.... hm.... agak repot juga, sebab aku harus menanjak sambil menggendong peserta paling muda dan paling kecil dalam liburan ini yaitu anak ketiga kami : Rastan, yang baru berusia 8 bulan. Tapi dia justru yang laing enjoy sepertinya. Hampir saja aku jatuh kalau tak menancapkan kayu ke tanah. aku berdiri. Rastan masih memegang erat pundakku, tetap enjoy. cukup lama aku mencari akar yang bisa menarikku hingga ke atas tapi sudah putus semua. Untung saja ada batang pohon yang direndahkan oleh istriku hingga tercapai dalam jangkauan tanganku. Alhamdulillah, aku sampai dengan selamat. Perjalanan dilanjutkan.melintasi hutan sunyi menuju masjid thalibah. lumayan menantang. namun lebih mudah dilewati dengan cara mempapasi belukar dan akar pohon yang merintangi jalan. Yang agak sulit adalah ketika sampai di kuburan tua. Jalannya dihalangi oleh beberapa batang pohon bambu besar yang tumbang. Kamipun harus melewati bambu-bambu tersebut dengan hati-hati karena licin bro! Bambu itu merupakan rintangan yang terakhir mestinya. Sebab beberapa tanyakan lagi masjid thalibah sudah terlihat atapnya. Namun satu gangguan menimpaku. seekor semut rangrang yang bertebaran di pohon bambu yang tumbang itu ada yang menyelinap masuk ke celanaku hingga ke paha. Sepertinya di memang mengicar area itu untuk kemudian menggigitku. Lumayan sakit dan ngebet. Hingga aku terpaksa melacak keberadaan semut itu dan mengantarkannya menuju kematian. Perjalananpun selesai ketika kami tiba di samping masjid thalibah. ![]() masjid thalibah, senang sekali ketika atap masjid kelihatan dari hutan sunyi...
Dari masjid thalibah kami kembali menuju rumah melewati shotcut (jalan pintas) lab komputer. Selesai sudah piknik hari ini dengan menyeruput secangkir teh manis panas. Semua anakku senang sekali ketika menceritakan kembali perjalanan kami bersama. Akupun senang mereka puas. Padahal ini adalah liburan termurah yang pernah keluarga kami lakukan. Tak keluar sepeserpun uang untuk bisa menikmatinya. CF, 22 Jan 06 |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
1/4/2006
-
dimana sih??
| mas, mas...ini dimana sih?? berapa jauh dari jakarta? mesti naik apa? menarik utk diliput gak ya?? tolong ceritain ya mas ke email itu...aku butuh untuk liputan tentang liburan hemat. thx... |
Permanent Link |
25/11/2007
-
apakah masih membutuhkan tenaga pengajar?
|
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya sangat tertarik sekali dengan konsep Nurul Fikri Boarding School. Lingkungan sekolah diluar kebiasaan. Kembali ke konsep alam. Belajar dari alam sebagai bukti ciptaan Allah SWT. Menjadi khalifah yang memakmurkan bumi. Saya lulusan S1 Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Saya ingin bergabung dengan Nurul Fikri Boarding School. Apakah Nurul Fikri Boarding School masih membutuhkan tenaga pengajar? Besar harapan saya dapat bergabung. Sekian dari saya. Jazakumullah Khairan Katsiran. Wassalam. |
Permanent Link |










































btw dah jalan2 ke citawing blom ? tp dengan cara menyusuri sungainya ...
Permanent Link