20/3/2006 - Menikmati Musibah
Posted in Unspecified


Di kampungku, Cihideung Forest, Sabtu shubuh terjadi musibah. Bendungan tempat penampungan air yang biasa dipakai untuk MCK warga ambrol. Bukan bendungannya yang membuatku sedih, tapi beberapa rumah tetanggaku yang terbawa aruslah yang membuat hatiku mencelos.

Mereka, tetanggaku di bawah (kebetulan rumahku ada di undakan di atas mereka) adalah tetangga yang bersahaja. Mereka itu orang-orang yang shaleh, pintar, kreatif, namun rendah hati dan bersahabat. Walau tak satupun anggota keluarga mereka yang meninggal, namun musibah ini cukup membuat salah satu keluarga tak punya rumah tinggal.

Tapi bagaimanapun musibah hadir bukan untuk disesali. Musibah datang untuk kita insyafi sebagai kepedulian Tuhan atas keseharian kita dalam menjalani hidup. Musibah bagaimanapun harus bisa dinikmati sebagai moment untuk belajar. Salah satunya adalah belajar berempati.



Gereges banget perasaanku ketika tak bisa menolong tetangga saat kejadian berlangsung. Saat itu aku ada di Jakarta bersama NQ untuk menyelesaikan pekerjaanku sebagai cowok panggilan [bidang IT]. Tapi lebih menyesakkan lagi ketika aku mendengar ada beberapa orang yang ketika musibah terjadi, mereka malah sibuk menangkap ikan-ikan yang berserakan di jalan, di pinggir rumah yang ambruk, dan di setiap mata memandang. Beberapa orang bilang padaku -saat aku sudah tiba di lokasi pada Minggu siang- "Wah, sayang sekali kamu tak ikut pesta ikan semalam." Dia menyatakan hal itu tepat di depanku yang tengah ngobrol dengan salah seorang korban musibah. Kalau saja aku tak menahan diri, mungkin orang itu sudah aku hajar. Namun buat apa bikin tambah ruwet keadaan. Tokh dengan diam dan menelan ludah saja, sudah cukup bagiku merasakan betapa tidak enaknya rasa ikan-ikan itu di tengah musibah yang menimpa tetanggaku.

Inilah hidup. Musibah adalah bagian dari hidup. Dengannya kita bisa mengaca diri, membaca situasi, dan menelaah empati. Aku hanya berharap agar musibah ini menjadi trigger untuk peningkatan kualitas hidup sesama di tengah hutan ini.
Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.