10/4/2006 - Harapan Tentang Musik (Nasyid?)
Posted in Unspecified


Ini lagunya Opick. Kalau kata teman-temanku yang lain, ini nasyidnya Opick.

Kesaksian Diri
Ciptaan : Opick, Lukman, Galuh

Tak satupun orang bisa menjamin dirinya
Selamat di saat ajal memanggilnya
Setitik kesalahan semua akan diperhitungkan
Semisai buih dosa telah kita kerjakan

Setiap mata, hati, tangan, kaki, akan jadi saksi
Tiada dusta diri yang tak terhakimi
Luka sepi air mata tak berarti lagi
Akan terlambat segala sesal di waktu nanti

Allah mohon jangan hukum kami dari dosa
Ampuni kami karena tak mungkin kami sanggup menahan pedih
Setitik rahmah yang Kau beri lebih berarti dari segalanya
Setitik ampunan-Mu kan menghapus dosa kami

Karena mata, hati, tangan, kaki, akan jadi saksi
Tiada dusta diri yang tak terhakimi

Luka sepi air mata tak berarti lagi

Akan terlambat segala sesal di waktu nanti


Guitar : Lukman, Keyboard : Galuh.



Pertama kali dengar lagu Opick sekaset adalah ketika aku dalam perjalanan dari Cihideung Forest menuju Jakarta. Aku menumpang Xenia sahabat yang kebetulan juga menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan, suara kaset itu terdengar tak henti, otomatis play by side-nya jalan terus.

Dari mulai tak hirau hingga menikmatinya, akhirnya aku bertanya kepada sahabatku, siapa yang nyanyi nih? Barulah aku tahu kalau itu kaset Opick. Yang kupikirkan ketika menikmati lantunan suara dan tata musik yang diarrange Opick itu adalah, terdengar suara drums, keyboard, Bass Guitar, dan Gitar string. Wah, perkembangan bagus nih, pikirku...

Awalnya aku mengira kalau album Opick yang bertitel Istighfar itu adalah pemusik yang mendapatkan pengaruh dari Ahmad Dani. Beberapa lagunya membuatku mengira demikian. Mirip sekali gaya menyanyi dan pilihan nada Opick dengan Ahmad Dani yang megang Dewa. Terus, aku cuga curiga, sepertinya penggarapan album ini juga disupport oleh pemusik lagu-lagu pop/rock indonesia. Alasannya, kurasakan beda banget ketika mendengar nasyid konvensional dengan nasyid Opick ini.

Tak sabar karena pikiran tentang Album Opick tersebut tetap menggantung di kepala, akhirnya aku mampir ke Toko Kaset di Citraland, Grogol. Aku beli satu, kubongkar kasetnya, dan kubaca lembaran sampul kaset tersebut. Akhirnya....

Benar juga dugaanku, nasyid Opick ini digarap dengan beberapa alat musik utama keyboard, gitar, bass, dan drum. Ada juga suara tetabuhan seperti rebana. Dan yang membuatku tersenyum adalah, dalam ucapan terima kasihnya, Opick menerangkan siapa saja orang-orang yang mendukung pembuatan albumnya tersebut. Dugaanku ternyata benar, album Opick mendapat dukungan teknis maupun experience dari musisi berpengalaman seperti, Pay, Idur, Dani, Thomas, Bongky, Gito Rollies, dan beberapa ustadz kondang.

Yang terpikir kemudian, sahabatku, teman-temanku, yang NB hanya memprioritaskan nasyid sebagai hiburan, ternyata juga suka dengan karya Opick. Ini merupakan perkembangan baru buat kalangan tertentu yang sebelumnya hanya mendengarkan nasyid yang hanya diiringi alat musik gebuk macam rebana dan drum, paling banter mentog di keyboard. Bahkan beberapa teman yang anti gitar ternyata juga suka mendengarkan nasyidnya Opick ini. Ini benar-benar kemajuan, pikirku. Sambil ku tetap berharap, semoga gitar tidak lagi dianaktirikan oleh beberapa temanku yang khas itu. Dan juga semoga lagu-lagu rohani yang dibawain Gigi dalam album Raihlah Kemenangan juga bisa diterima bebas... di kalangan ikhwah.

Tentang Opick (Cuplikan)

from : www.e-xgeneration.com

Opick, seorang penyanyi yang dianggap baru sebenarnya telah
mengeluarkan lebih dari lima album. Tetapi baru di album keenamnya ini,
Istighfar, ia mencetak sukses yang luar biasa melalui lagu Tombo Ati.


Selain lagu Tombo Ati, ada juga lagu Alhamdulillah yang ia nyanyikan
bersama seorang penyanyi cilik (Amanda)dan sekarang ini dijadikan soundtrack
salah satu sinetron islami di televise. Tak hanya itu, Opick juga
berkolaborasi dengan musisi kawakan Gito Rollies dan seorang da’i muda
yang cukup populer belakangan ini, Jefri Al Buchori.

Lagu- lagu dalam album Istighfar ini dikemas sangat easy listening,
tidak terlalu berat. Tetapi makna rohaninya sangat terasa kentalkarena
Opick banyak memasukkan kalimat- kalimat dari Al- Qur’an sebagai
liriknya


from www.fajar.co.id

WAJAR saja jika di tengah gemuruh kepopulerannya, orang
berbondong-bondong ingin menyaksikan dan menikmati secara langsung
penampilan Opick yang biasanya hanya mereka lihat dan dengarkan lewat
kaset, CD, atau televisi.

Tak ayal, penampilannya kali ini mendapat sambutan luar biasa dari
masyarakat Makassar. Menurut pengakuan Opick dari setengah juta album
"Istighfar"-nya yang terjual, Makassar memiliki penjualan paling bagus.

Terbukti, Mal Ratu Indah, Minggu 30 Oktober dibuat membeluduk oleh
penggemar Opick yang ingin menyaksikan peraih double platinum ini
beraksi.

Dan surprise bagi penonton, jika banyak penyanyi menempatkan lagu
populernya di akhir acara. Opick justru sebaliknya, ternyata lagu
"Tombo Ati" menjadi pembuka konsernya.

Tepuk riuh pun menderu dari penonton, begitu Opick menembangkan
intronya. Sejenak, mereka hening menyimak dengan baik setiap bait yang
dilantunkannya.

Tepuk tangan kembali terdengar, begitu Opick angkat suara. Begitulah
suasana yang kerap terjadi ketika pemuda ini mulai bernyanyi.

"Biasanya lagu itu baru enak didengar ketika masuk reffnya. Tetapi lagu
Opick, diintronya saja sudah enak. Dari mana sih dapat inspirasi kayak
gitu," ujar ibu Erna pada sesi siraman rohani "Menuju Kemenangan"
kepada Opick yang juga didampingi ustad Sentot.

Diapun menceritakan singkat perjalanan karirnya. "Saya dulu anak band
rock n roll, kadang-kadang main hardcore,
" buka Opick yang disambut
riuh anak-anak muda.

Suatu ketika seorang sahabat menawarinya lagu "Tombo Ati" (Obat Hati).
Awalnya ia merasa tidak layak, tapi akhirnya ia pun memberanikan diri.

"Lagu itu lagu para wali, Sunan Bonang. Kemudian nadanya diubah dan
alhamdulillah bisa diterima," tambahnya yang merasa mendapat hidayah
dari Allah.

Opick yang baru saja dikarunia anak perempuan, enam hari lalu ini telah
mengeluarkan tujuh album. "Album pertama dicekal, kedua kurang
berhasil, ketiga kurang laku, keempat tidak laku, kelima anggota band
banyak ditangkap, keenam alhamdulillah diajak ustad Arifin Ilham, dan
ketujuh adalah Istighfar," sebutnya.

"Yaa Robbana" yang dinyanyikannya bersama ustad Jefri al- Buchori di album "Istighfar", kemudian ia nyanyikan selanjutnya.

Selain itu Opick juga membawakan lagu "Bila Waktu Telah Berakhir" dan
"Alhamdulillah" yang merupakan soundtrack sinetron "Anakku Bukan
Anakku". (
Dewi Puspita)

from www.astaga.com

Setelah 15 tahun bergelut di dunia musik dan membuat sampai 7 album, baru pada album religius inilah Opick populer. Selain berkolaborasi dengan Bang Gito Rollier, Awnur Rofiq lil Firdaus (nama asli Opick) ini juga berkolaborasi dengan Pay dan Bongky� BIP.

from dinnykaa.blog.com

opick dulu temen saya ngeband di sma, long time ago di jember...dia tuh
memang selalu beda sendiri, gondrong,agak2 kucel, tapi all in all dia
temen yang baik...bertaun2 ga kedengeran kabarnya, samar2 aja dan
sekarang alhamdulillah dia telah sesukses ini....juga baru dengerin
album istighfar, pengin nangis pas dengernya.....this is the guy yang
ngelewatin malam2 masa muda dulu di kamarku, genjrang genjreng ngarang
lagu.....duh, what a nostalgic feelings (sebuah komentar)


from republika.co.id
Meski religius namun penggarapan musik dalam album ini dilakukanLayaknya lagu-lagu pop, musik pengiring lagu menggunakan instrumen

Meski besar di lingkungan pesantren, namun
hal itu tidak menjamin hidupnya lurus-lurus saja. Opick sempat terjun
ke dunia hitam dan hobi menenggak minuman keras. Ia juga sempat
bernyanyi dan menghasilkan tujuh album bernuansa rock. Namun saat itu
tidak ada satupun albumnya yang laris di pasar.. Opick pun sempat
menggarap beberapa album rock bersama beberapa musisi kenamaan Tanah
Air seperti Setiawan Djodi, Pay dan Adi Adrian, dan beberapa band rock
lainnya.


Setelah nyaris dikandangkan karena albumnya tak laku, Opick yang sempat frustasi mendapat tawaran mengisi suara di album Tausyiah Dzikir dan Nasyid.
Saat itu, ia mendapat tawaran dari salah satu personel grup nasyid
Snada, Agus Idwar. Dalam album itu, Opick diminta mengisi lagu Tombo Ati
yang harus diaransemen ulang agar tidak berbeda dengan yang sebelumnya
pernah beredar. ''Dulu pikiran kita gampang saja, karena lagu ini lagu
Jawa, maka yang bawakan haruslah orang Jawa. Tapi kita juga minta
diaransemen ulang agar berbeda dari versi Tombo Ati yang sebelumnya,'' kata Agus seperti ditirukan Opick.


Siapa sangka, setelah diaransemen ulang, lagu ini justru meledak di pasaran. Bahkan tahun lalu, lagu ini juga menjadi themesong Ramadhan di RCTI. Sukses dengan lagu ini, pada awal Juni 2005, Opick kembali merilis album religiusnya bertajuk Istighfar. Album ini berisi sepuluh lagu, sembilan di antaranya merupakan lagu baru sementara satu lagu lainnya adalah lagu Tombo Ati.



Dengan sangat modern tanpa harus kehilangan roh religinya. Bahkan dari
segi musik, lagu-lagu yang dibawakan Opick berbeda dengan kebanyakan
lagu religius lainnya yang banyak menggunakan perkusi. Musik seperti drum, piano, keyboard, gitar akustik, dan bass, Bahkan penggarapan musik dalam album inipun melibatkan beberapa musisi kenamaan. (uli)




Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

12/4/2006 - mau dong
Posted by meiy
kayanya aku perlu satu neh, biar si kecilku di dalam bisa dengar lagu yg bener. ada yg gruatisan gak hehehe. Skrg aku lbh hobi minjem drpd beli, kl beli mendingan utk anak2 :D

Permanent Link

12/4/2006 - murah
Posted by jayus
kaset opick gratisan? tak ada tuh. mendingan beli, cuma 19 rebu. tapi kalo mp3 nya banyak kali. cari aja di mall

Permanent Link

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.