21/4/2006 - Mencari Lebah
Posted in Unspecified


Sore kemarin, Kamis, 20 April 2006 aku melihat seorang santri yang sedang mencari-cari sesuatu di rerumputan. Dia memegang sebilah kayu dari potongan papan lusuh. Kuperhatikan dia begitu serius. Keringat membasahi baju seragam yang mestinya dia ganti sepulang sekolah.

Seorang Ustadz menanyakan kesibukannya di situ. Dia bilang sedang mencari sesuatu, dengan roman muka seperti menyembunyikan sesuatu. Aku curiga sepertinya yang dicarinya adalah barang berharga miliknya yang hilang, entah apakah itu.

Seorang temannya lewat di depanku dan Ustadz. Dia memberitahukan kalau temannya itu sedang mencari lebah. Hah Lebah? Sang Ustadz bertanya lagi kepada santrinya yang masih mengorek-korek rumput. “Memang lebahnya bersarang di rumput?” tanya Ustadz

Santri itu hanya tersenyum sambil memandangi wajah Ustadz yang juga tersenyum. Aku jadi ikut tersenyum melihat mereka berdua. Lantas sang ustadz meninggalkannya sambil berkomentar, “Rupanya dia mau meminta maaf kepada lebah yang telah dipukulnya dan entah jatuh kemana.” Uff, Bening sekali hati santri itu menurutku.



Ia telah melakukan kesalahan kepada seekor lebah. Kesalahan karena iseng memukul lebah yang sedang terbang dalam jangkauannya. Lebah itu terhantam potongan kayu lusuh yang sudah dimakan rayap. Kayu yang menjadi alat si santri itu untuk melampiaskan keisengannya. Sekali pukul lebah itu terjerembab ke rerumputan. Dan sesaat kemudian, santri itu merasa bersalah dan mencari korbannya untuk meminta maaf.

Ini sebuah kisah sederhana yang kudapatkan di sore hari, saat aku ke rumah ustadz untuk mengecek masalah komputernya. Seorang santri yang mau meminta maaf kepada korbannya. Seandainya para politisi dan penguasa negeri bisa bersikap seperti dia…

Di negeri ini, politisi adalah orang yang paling sering mengorbankan rakyat. Terutama mereka yang sudah mendapatkan kedudukan dalam pemerintahan dan parlemen. Betapa sering rakyat dijadikan obyek penderita untuk mencapai kepentingan “iseng” mereka.

Kemarin, aku baca editorial koran pagi, anggota DPR mendapat jatah uang sebesar 5 juta rupiah per kepala (bukan per otak, menurutku karena jarang yang pakai otak). Uang itu adalah uang lelah karena keikutsertaan mereka dalam Tim Pansus Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (RUU Aceh) [baca: proyek] yang seharusnya sudah menjadi pekerjaan wajar anggota dewan atas gajinya yang melimpah. Butek sekali hati para anggota dewan yang terhormat itu. Perilaku mereka tak seterhormat sebutannya. Mereka tak pernah merasa bersalah saat mengembat uang rakyat. Apa saja yang mereka lakukan dalam proyek-proyek urusan, selalu dapat bayaran. Untuk rapat saja sudah dapat amplop. Kunjungan dapat tunjangan. Plesiran dapat jaminan. Mungkin ke neraka, mereka juga minta ongkos lelah.

Cihideung Forest, Hari Kartini 2006


IWAN FALS bicara tentang Alam dan Hutan yang mesti kita jaga


Dalam hidup ini ada hukum alam besar, kecil, sosial. JIka kita melanggar hukum-hukum ini, akan menjadi neraka bagi kita. Jika kita melanggar hukum sosial malah akan tersingkir dari masyarakat. Melanggar alam kecil hukum kita sendiri juga ada balasannya. Tidak bisa kita melawan alam... Selengkapnya...








Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.