8/5/2006 - Budaya Macet
Posted in Catatan Lepas


Photobucket - Video and Image Hosting

Ternyata macet itu bukan cuma terjadi di jalan raya. Kemacetan juga bukan hanya berarti rentetan kendaraan akibat adanya penghambat kelancaran lalu lintas. Apa saja penghambat kelancaran lalu lintas? Cem macem taiye. Kadang kemacetan dipicu oleh matinya lampu pengatur jalan raya (lampu merah). Kadang pula karena tidak ada lampu merah. Preman yang menjadi pak Ogah juga bisa menjadi pemicu kemacetan. Seorang polisi yang sembarangan memberhentikan kendaraan juga pernah saya lihat sebagai penyebab macet. Masih banyak lagi. Konon kemacetan sudah bukan lagi menjadi masalah lalu lintas, tapi sudah menjadi budaya.

Budaya macet rupanya merambah ke sektor kehidupan lainnya. Ada kredit macet, aspirasi macet, setoran macet, tombol macet, bera* macet (mampet), hingga saluran napas yang macet. Satu kemacetan lagi yang aku alami kemarin adalah troli macet.

Siang kemarin aku menemani istri belanja di Tip Top Kalimalang Jakarta Timur. Satu troli kubawa dan kudorong kemanapun istriku melintasi lorong-lorong swalayan. Pada lorong tempat produk susu, troliku tak bisa masuk. Ada dua troli yang berhenti berdampingan. Aku memberikan isyarat kepada pemakai troli itu, agar salah satunya bergeser sehingga troliku bisa masuk. Tetapi kedua pengunjung itu mungkin super bodoh, mereka berdua hanya memandangku sebentar, lalu kembali khusyu memilih produk yang mau dibeli. Aku beranjak ke lokasi lain. Mungkin kedua orang itu tak bisa bahasa indonesia, pikirku, sedangkan aku tak bisa berbahasa patung, seperti mereka.

Di lorong lainnya aku kembali mengalami kemacetan. satu, dua, tiga .... troli parkir bersama tanpa ada satu orangpun yang memegangnya. Kucari jalan lain, putar balik, masuk lorong lainnya.


Tiga troli yang parkir berjejer menutup lorong swalayan yang sempit. payah..!

Ternyata aku menemukan lagi parkiran troli. Aku baru menyadarinya kalau ternyata orang-orang yang berbelanja di sini biasa memarkir trolinya. Mereka cukup berjalan sendiri menuju tempat produk, lalu kembali ke trolinya untuk menaruh barang belanjaannya. Bolak-balik ibu-ibu dan bapak-bapak berbelanja seperti itu. Aku heran juga sih, kenapa nggak mereka dorong saja trolinya, ambil barang, letakan, lalu dorong lagi. Kenapa mereka lebih suka memarkir trolinya lalu bolak-balik dari parkiran troli ke los barang. Yang bikin gregetan adalah, cara parkirnya itu yang sembarangan. Mereka asal berhenti dimana saja, seperti angkot di pinggiran kota Jakarta dan Bekasi yang terkenal semrawut.



Share |
tulis komentar! :: kirim ke teman!

Notify me of followup comments via e-mail.

Share and enjoy
  • Digg
  • del.icio.us
  • DZone
  • Netvouz
  • NewsVine
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
Creative Commons License
karya MT memiliki CC License.

Kumpulan tulisan mataharitimoer. Ada puisi, cerpen, catatan lepas, catatan terkurung, dan catatan sipil... he he he


Blogbanner MT

Langganan Update Blog MT

ini apa sih?


LINGKARAN

film yg lagi gue tungguin edarnya di jkt

JANGAN CURIGA!



[disclaimer]
Blog ini tidak untuk dibaca oleh orang/oknum yang gampang tersinggung, marah, maen tangkep, maen kepruk, maen vonis par-pir, maen grebeg, ngintel, atawe nyantet. Kalo mbaca juga, resiko sendiri dong!! Jangan bawa-bawa babe apalagi backing...powder... norak!!


antiracism
""

this Site Web search

buatan FreeFind



RSS Feeder MT
"RSS Feeder MT"

[Subscribe with : bloglines | Newsgator | My-Yahoo | Google]
RSS ntu monster apa seh?
MT on FeedBurner

lagi dibaca

friendster gue

multiply gue

multiply gue

Photo Sharing by MyPhotoAlbum.com

Tulisan MT lainnya
Click Ur Mouse!

take me to GENGGONG

wisata sepeda onta di jogja
"MAU WISATA SEPEDA ONTA?"


gabung di forum ini

Guru Dunia


KodokNgerock

merdeka.or.id

Komunitas Bersama Bangun Persahabatan

N-Friends Blog




BlogFam Community



Pesan Terakhir :-)

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Solidaritas untuk anak Indonesia

forum diskusi komputer & internet


tonton videoclip puisi pagi MT
Fabian Folklore MP3
is licensed under a
Creative Commons License.

Who Links 2 MT?
best friends :





referer referrer referers referrers http_referer



Satubumi Campaign


asli

Peace in Chechnya

Tibet Sovereignty and Self-Determination

freewithoutamerica

antiisrael

jumlah 1 dari 244
Pindah | Lanjut

Creative Commons License
This blog is licensed under a CC.