17/5/2006
-
Gerombolan Mahasiswa
![]() Setelah maghrib, nonton berita TV. Kebetulan satu dari dua channel TV yang hanya bisa diakses TV di rumahku menayangkan program berita. Maklum, aku tinggal di lembah damai, diapit perbukitan dan pepohonan, jadi sulit sekali channel TV yang bejibun mampir ke TVku. Satu sisi, beruntung, anak-anak jadi tidak mengidap penyakit "gila TV" seperti anak-anak kota. Sedihnya, aku terancam tidak bisa nonton piala dunia sebab channel yang punya hak siar tak mampu ditangkap oleh antena TV yang sudah berapakali ganti boster, kabel, antena, dan bambu. Nasib! Berita TV malam ini terakhir menayangkan kabar Mahasiswa di sebuah universitas di Makasar yang mendemo kepolisian. Gerombolan mahasiswa itu beberapa hari membuat jalur lalu-lintas tak berfungsi. Para supir angkot yang sangat bergantung pada jalur tersebut, dengan "cara mereka" menyadarkan gerombolan mahasiswa. ![]() Gerombolan mahasiswa tak terima dikuliahi oleh komplotan supir. Terjadilah huru-hara, mereka saling lepar batu, lempar kayu, lempar cacian, lembar sumpah serapah, hingga saling lempar bogem, senjata tajam, senjata tumpul, senjata api rakitan, dan sebagainya yang tak terungkap oleh kameramen. Ternyata budaya saling lempar ini juga sudah berurat berakar pada sebagian rakyat negeri ini. Berarti tauladan para birokrat/penguasa yang doyan saling lempar itu berhasil membudaya. Sudah biasa kan menyaksikan penguasa saling lempar tanggung jawab, saling lempar tuduhan, dan lempar fitnah. Wajar saja kalau rakyat meniru para petinggi negerinya. "Guru Kencing Berdiri, Rakyat Dikencingi!" begitu kata pepatah ala bang Namun. Negeri kita yang kaya raya sumber alamnya, ternyata juga menyimpan banyak amarah. Segala masalah diperuncing dengan amarah. Jarang sekali yang mampu merampungkan puzzle kehidupan dengan senyum dan cinta kasih. Gerombolan mahasiswa versus komplotan supir masih saling bantai. Menciptakan dendam untuk menghabisi kehidupan. Aku sebut mereka gerombolan, karena menurutku kelakuan mereka tak ubahnya seperti pengacau. Tak ada citra mahasiswa sama sekali dalam aksi mereka. Begitupun dengan Komplotan, kusebut komplotan karena mereka bergerak bersama untuk sebuah perlawanan. sebuah komunitas yang lahir karena kesamaan dendam. Mahasiswa.... aku enggan menyebut mereka begitu. Tapi .... itulah anak bangsa kita! |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |









































http://tyka82.blogspot.com/
Permanent Link