31/5/2006
-
Gak Bisa Nge-Blog
![]() "Gak
bisa ngeblog" itu yang aku sampaikan via sms kepada teman-teman yang
menanyakan kenapa aku nggak ngapdet blog. Sebenere pengen banget
ngapdet, tapi ada 2 hal yang menyebabkan aku tak bisa ngeblog. ![]() solusi internet pake usb wlan+bamboo. murah meriah buat nyantol hotspot setempat Pertama karena koneksi wirelessku dicipok petir. Antena omni yang terpasang di hotspot mati, padahal sudah ada Lightning Protector-nya.
Petir di hutanku memang gaya. Hampir setiap hari, walaupun tak ada
tanda-tanda mendung, mereka bernyanyi. Kadang-kadang nge-Rock! Tak
henti-hentinya berjam-jam jeledar-jeledor... Bahkan sempat menelan satu
orang anak sekolah yang (Insya Allah) masih belum berdosa. Anak itu baru mau main sepak bola di lapangan bola. Yang jadi pertanyaan bagiteman-temanku di hutan, kenapa mesti anak tersebut? Padahal anak tersebut paling pendek dibandingkan teman-temannya di lapangan saat itu. padahal lapangan itu dikelilingi pohon kelapa dan pepohonan lain yang tinggi. Tapi mengapa dia yang kena? Aku tak bisa menjawab. Buatku itu sudah urusan Tuhan - Korban - dan Petir....
Beragam spekulasi muncul akibat tragedi petir itu. Ada yang bilang kalau musibah itu terjadi lantaran anak manis itu memang sudah saatnya dipanggil ke surga. Mungkin Allah membutuhkan anak tersebut sebagai teladan bagi keluarga atau teman-temannya. Ada juga yang beranggapan bahwa munculnya petir itu tak masuk akal, masak ketika mentari senja belum juga tertutup awan hitam, petir sudah menjilat korban. Terhadap spekulasi ini aku nyatakan bahwa itu kuasa Tuhan. Kapanpun Dia nyuruh petir menyambar, si petir pasti nurut aja. Kun fa yakun. Ada juga yang memaklumi bahwa wilayah Cihideung Forest ini memang rawan petir karena ketinggian tanahnya dari atas permukaan laut. Maklum, di sini gunung. Jarak dengan gumpalan awan begitu dekat. Beberapa kali sering kulihat memang bangkai beberapa pohon yang mati karena petir. Jadi munculnya petir secara tiba-tiba dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya itu dianggap wajar untuk wilayah setinggi Cihideung Forest. Ada lagi yang lebih kocak. Pendapat ini menyatakan kalau pengelola Cihideung Forest ini sudah terlalu banyak mendzalimi karyawannya. Waduh! Terus terang saja, aku keberatan dengan pendapat tersebut. Buatku, tak bijak kalau kita menyalahkan orang lain terhadap musibah yang terjadi. Memang beberapa bulan ini Cihideung Forest mengalami musibah beruntun, mulai dari musibah-musibah personal, jebolnya bendungan air, hingga terakhir musibah petir. Rangkaian musibah tersebut memang mesti dipetik hikmahnya. Namun bagaimana mungkin kita bisa memetik bunga hikmah jikalau ada prasangka buruk terhadap sesama? Bukannya mendapatkan hikmah, malah bisa nambah koleksi musibah. Naudzu billahi min dzalik. Hingga hari ini antena wireless belum juga normal. Bisa online tiga menit.... mati tiga jam.... lumpuh deh. Sepertinya harus mengganti sparepart nih. Alasan kedua kenapa aku gak bisa ngapdet blog adalah... karena tak ada tulisan yang kunilai layak publish di blogku. Memang blogku itu berisi tulisan-tulisan bebas yang sebenarnya bebas nilai, bebas tema, dan bebas peringkat. Pokoknya asal tulisan itu merupakan hasil dari kepalaku, layak diproses. Tapi aku merasa beberapa tulisan yang tak aku publish memang terasa nggak enak saja ditaruh di blog. Khawatir menimbulkan kesan yang nggak-nggak terhadap MT. Sudah cukup banyak deh kesan lama yang melengkapi predikat MT di kepala teman-teman sedunia. Kini aku hidup dalam kebersahajaan saja. Enak bet tinggal di hutan, udaranya bersih karena tak kebagian polusi, terutama polusi pemikiran tokoh-tokoh politik endonesya yang gebleg-gebleg. Masalah makanan juga gampang. Kalau tak punya stok lauk, tinggal metik daun singkong atau daun melinjo, atau cabut singkong, atau metik petai, atau ngajak teman-teman bancakan... wow bancakan is a goodtime! Buat teman-temanku, sekiranya itulah alasan kenapa aku tak bisa nge-blog beberapa minggu ini. Paling banter cuma ngejawab ogixx aja. itu juga singkat. Maklum koneksi yang tersedia juga masih singkat. Salam damai buat sang penyair langit yang sudah mau masuk ke dunia cyber. semoga besok-besok bisa bikin blog juga. Kapan-kapan pasti aku mau ke warnetnya... satu hal : GRATISSS.... ![]() |
| tulis komentar! :: kirim ke teman! |
1/6/2006
-
Untitled Comment
| Kata orang Bijak : Sungguh hebat orang mukmin itu, diberi musibah ia bershabar, diberi rejeki dia bersyukur, memang hebat orang mukmin itu" |
Permanent Link |










































Permanent Link