| ||
| ||
Menjaga Identitas Muslim Oleh : Oky Widyanarko Siapakah yang dapat
disebut muslim dan bagaimanakah muslim harus menjaga identitasnya. "Muslim"�
sendiri dapat berarti penganut atau umat beragama Islam, arti yang lebih luas
yaitu orang-orang yang menyerahkan diri pada aturan hukum-hukum Allah. Islam
sendiri dari bahasa Arab Al-Islam berarti berserah diri kepada Allah dan
merupakan agama yang mengimani satu Tuhan (Monotheisme). Muslim harus berbeda
dengan umat lain yang pernah diciptakan oleh Allah. Sebelumnya sudah banyak
Allah menciptakan generasi sebelum lahirnya muslim yang risalahnya dibawa oleh
Nabi Muhammad SAW, sebut saja Firaun dan pengikutnya, umat Luth yang
diluluhlantakan karena kebejatan moralnya, umat Nuh yang ditenggelamkan, Kaum
Tsamud yang dihancurkan karena ketidaktaatannya terhadap Hukum-hukum yang
diturunkan oleh Allah sebagai Tuhannya. Maka dari itu kita sebagai muslim harus
dapat mengambil pelajaran dari umat terdahulu dan menjadikan muslim berbeda
sehingga kita tetap dicintai oleh Allah sebagai Tuhan penguasa alam ini.
Sebagai langkah awal kita harus menjaga identitas tersebut antara lain dengan, 1.
Menerima Islam seutuhnya Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( QS.
Al-Baqarah : 208 ) Demikianlah perintah Allah SWT dalam firmannya diatas bahwa muslim yang beriman harus menerima Islam sebagai agama secara keseluruhan, keseluruhan dalam arti apa yaitu menjalankan 5 rukun Islam dan 6 rukun Iman. Bukan hanya itu saja, mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari pelajaran yang didapat dari aturan atau hukum Allah baik dari Al-Quran maupun Hadis Nabi. Dua dasar penting dari Islam sendiri adalah Meng-Esa-kan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang menjadi sesembahan dan mengakui Muhammad sebagai Rasul yang diutus. Hal ini menjadi identitas muslim yang berbeda dengan umat lain seperti halnya Bani Israil yang dilaknat Allah karena keingkarannya terhadap ajaran Tauhid dan Membunuh Rasul-rasul yang diutusnya seperti dalam firmannya, Dan (ingatlah), ketika Kami
mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu
menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat,
anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik
kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak
memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu
berpaling. ( QS. Al-Baqarah : 083 ) Sesungguhnya Kami telah
mengambil perjanjian dari Bani Israil [432], dan telah Kami utus kepada mereka
rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa
apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari
rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. ( QS.
Al-Maaidah : 070 ) 2.
Mengamalkan Al-Quran dan Hadist Muslim
wajib mengamalkan apa yang terkandung dalam kitab suci mereka yaitu Al-Quran
karena Al-Quran diturunkan oleh Allah sebagai pembeda antara kebenaran dan
kebathilan, kitab petunjuk, aturan
hukum, pemberi peringatan dan memberikan kabar gembira kepada
orang-orang beriman bahkan untuk alam semesta. Janganlah berbuat seperti umat-umat
terdahulu yang karena mengingkari ayat-ayat Allah, kemudian mereka mendapat
kerugian di dunia dan akhirat, seperti dalam firmannya, [2:101] Dan
setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa
(kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab
(Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka
tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah). (QS.Al-Baqarah
(Sapi betina) ayat 101) [2:39] Adapun
orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni
neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS.Al-Baqarah
(Sapi betina) ayat 39) 3. Kesombongan bukanlah Identitas Muslim Sifat
sombong sangat dibenci Allah maka seorang muslim wajib menjauhi sifat tersebut
karena umat-umat terdahulu banyak mendapat adzab dari Allah karena
kesombongannya seperti halnya Firaun, Qorun dan umat Israil, Allah telah
memperingatkan dalam firmannya, Dan telah Kami tetapkan terhadap
Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat
kerusakan di muka bumi ini dua kali [848]
dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". (QS.
Al-Israa : 004 ) kepada Fir`aun dan
pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah
orang-orang yang sombong. (QS. Al-Muminuun : 046) [28:76] Sesungguhnya
Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan
Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh
sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya:
"Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (AL QASHASH (CERITA)
ayat 76) [28:78] Karun
berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada
padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah
membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak
mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa
itu, tentang dosa-dosa mereka. (QS. Al-Qashash (Cerita) ayat 78) 4. Jihad, siapa takut Dalam Islam, arti kata Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh.Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad tidak selalu identik dengan perang dan peperangan tetapi juga dapat berarti berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan segala pengorbanannya baik harta benda dan jiwa.Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman berkaitan dengan jihad seperti dalam firmannya, [9:20]
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan
harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan
itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (SURAT AT TAUBAH
(Pengampunan) ayat 20) Menegakkan
kembali jihad di sisi Allah merupakan identitas muslim dan Allah sangat memuji
mereka-mereka yang berjihad di jalan Allah. Bagaimanakah Umat-umat terdahulu,
mereka dilaknat karena ingkar tehadap perintah Jihad, seperti Umat Israil, [2:246] Apakah
kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel sesudah Nabi musa, yaitu
ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami
seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah".
Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan
berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami
tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari
kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?" Maka tatkala perang itu
diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di
antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang lalim. (AL
BAQARAH (Sapi betina) ayat 246) Identitas yang sudah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW sudah menjadi kewajiban muslim untuk dijaga. Sehingga kita tetap dapat dipandang oleh Allah sebagai umat yang terbaik seperti Allah telah memuji kita, Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. ( QS. Al-Baqarah : 143 ) " Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (ALI 'IMRAN (KELUARGA 'IMRAN) ayat 110) *) Oky Widyanarko, SE Pustakawan Universitas Surabaya
| ||
| Post Comment |
| Entry 1 of 11 |
| Last Page | Next Page |