MEMORABLE EXPERIENCE in LIBRARY
Sebagai Upaya Strategi Marketing di Perpustakaan OLEH : Oky Widyanarko, SE *)
Perpustakaan Universitas Surabaya
menjelang ujian akhir semester akan selalu dipadati mahasiswa yang
memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk mendukung kelancaran
studinya. Banyak mahasiswa yang datang tidak hanya sekedar memanfaatkan
fasilitas layanan sirkulasi dan referensi bahan pustaka saja, melainkan
juga memanfaatkan ruang diskusi untuk belajar secara individu maupun
kelompok. Sekedar sebagai ilustrasi bagaimana sebuah kesan terbentuk di
perpustakaan, sebut saja Putri seorang mahasiswi datang ke perpustakaan
untuk memanfaatkan fasilitas ruang diskusi. Dia bersama teman-teman
kelompoknya memang telah membuat janji untuk bertemu. Mereka berjanji
untuk langsung bertemu di ruang diskusi. Setelah menunggu beberapa
menit tanpa ada kepastian temannya hadir, Putripun mencoba
menghubunginya melalui handphone. Kontak inipun gagal karena pesawat
temannya tidak diaktifkan. Kebetulan seorang petugas perpustakaan
melihat kejadian ini dan menghampirinya sambil bertanya“ ada yang bisa
saya bantu mbak”. Putripun mengutarakan permasalahannya bahwa dia
mempunyai janji bertemu dengan beberapa temannya di ruang diskusi
perpustakaan tetapi setelah setengah jam Putri menunggu dan
mencari-cari, temannya belum muncul juga. Kemudian petugas perpustakaan
tersebut menawarkan bantuan kepada Putri untuk memanggilkan nama
temannya lewat media pengeras suara yang ada di dalam gedung
perpustakaan. Setelah menunggu sekitar 2 menit nama teman-temannya
telah dipanggil lewat pengeras suara. Tidak lama kemudian dengan
tergesa-gesa beberapa mahasiswi datang menghampiri Putri yang sudah
terpaku lama menunggu di pintu masuk ruang diskusi. Bagi Putri sebagai
user perpustakaan hal seperti ini merupakan sebuah layanan yang
memberikan kesan baik di dalam hatinya. Ketika ia sendiri dalam
kesulitan menghubungi beberapa temannya tiba-tiba seorang petugas
perpustakaan bersedia membantunya. Kesan baik tersebut tentu tidak
begitu saja terlupakan oleh user perpustakaan seperti Putri tadi.
Ilustrasi di atas tadi merupakan satu contoh saja bagaimana sebuah
proses pembentukan kesan yang baik terjadi. Kesan melekat pada seorang
user terhadap suatu layanan yang diberikan secara positif dalam ilmu
marketing disebut memorable experience.
Strategi Jasa Informasi
Sebenarnya
itu salah satu dari ratusan kisah yang pernah terjadi di perpustakaan.
Hanya saja baik petugas perpustakaan yang melayani dan user sebagai
pengguna selama ini tidak menyadari bahwa memorable experience tersebut
merupakan salah satu strategi marketing sebuah perusahaan dalam hal ini
perpustakaan untuk dapat mempertahankan loyalitas usernya. Untuk
menciptakan sebuah kesan tentu petugas perpustakaan sebagai orang yang
berada di frontlines perlu dibekali kiat-kiat khusus atau dibekali
dengan training mengenai perilaku user perpustakaan, strategi layanan
perpustakaan dan pelatihan kepribadian. Bekal latihan tersebut
diharapkan dapat membawa manfaat bagi pustakawan dan pekerja
perpustakaan dalam menghadapi komplain user selama bertugas di
perpustakaan, memberikan solusi jika ada permasalahan dalam layanan dan
tentunya memberikan kesan yang selalu simpatik dalam setiap layanan
jasa yang diberikan oleh perpustakaan.
Tips buat Pustakawan
Ada
beberapa tips untuk menghadapi user yang selalu membuat masalah dan
banyak melakukan komplain.Salah satunya memberikan kesan yang tak
terlupakan tadi sehingga akan merubah image user terhadap layanan yang
diberikan perpustakaan. Tips tersebut, pertama adalah kita menganggap
mereka para user sebagai adik atau teman yang selalu rewel dan minta
perhatian. Kesabaran tentu kuncinya. Tapi jika kita mengetahui
permasalahan dan solusi pemecahannya hal tersebut akan mempermudah
petugas frontlines dalam menghadapi komplain user. Kedua, kesan
simpatik diperlukan untuk menumbuhkan memorable experience user
sehingga mereka merasa puas dengan layanan yang diberikan perpustakaan.
Menampilkan kesan simpatik ini misalnya petugas membantu mencarikan
buku di rak setelah melihat bahwa user kesulitan menemukannya,
meminjamkan tangga buku ketika melihat user kesulitan mengambil buku
yang berada pada rak tertinggi, meminta maaf jika layanan yang
diberikan kurang memuaskan, mengucapkan selamat ulang tahun kepada
user, mengucapkan selamat atas kelulusannya, membesuk user yang
kebetulan sedang sakit, mengucapkan turut belasungkawa baik secara
langsung kepada user atau keluarga user yang sedang tertimpa kesusahan
baik secara langsung, surat maupun dengan media elektronik, dan masih
banyak hal-hal kecil lainnya yang bisa dilakukan. Ketiga, utamakan
kualitas layanan perpustakaan yang memenuhi standar mutu, misalnya buka
dan tutup layanan tepat waktu, kebersihan, kerapian, kelengkapan
fasilitas termasuk menyediakan fasilitas bagi user dengan keterbatasan
fisik atau cacat dan keramahtamahan petugas. Penyediaan sarana hotspot
WIFI secara cuma-cuma merupakan layanan terbaru yang diberikan
perpustakaan saat ini dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi user
perpustakaan dan tentunya diharapkan dapat memberikan kesan baik dalam
layanan perpustakaan.
Tujuannya “Locking Loyalty”
Upaya
memberi kesan membekas kepada konsumen yang memanfaatkan layanan jasa
informasi saat ini merupakan strategi yang banyak diadopsi oleh
beberapa perpustakaan modern di luar negeri. Pembinaan dan pelatihan
pustakawan atau pekerja perpustakaan serta penyediaan fasilitas yang
mendukung merupakan usaha untuk mendukung strategi tersebut dengan
tujuan tentunya dapat mengunci loyalitas user perpustakaan atau locking
loyalty. Melakukan perbaikan dari hal-hal yang paling kecil seperti
telah dikemukakan di atas dapat menjadi pelajaran bagi para pustakawan
dan pekerja perpustakaan yang ada di Indonesia untuk memberikan citra
positif pelayanan perpustakaan di masa datang. Daftar Pustaka · Kartajaya, Hermawan, Hermawan Kartajaya on Positioning, Bandung : Mizan, 2006 · Kartajaya, Hermawan, Hermawan Kartajaya on Servicee, Bandung : Mizan, 2007
· KOTLER, Philip, Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan Kontrol, 9th.ed. Vol.1, Jakarta : Prehallindo, 1997
· KOTLER, Philip, Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan Kontrol, 9th.ed. Vol.2, Jakarta : Prehallindo, 1997
· RUHIMAT, Perpustakaan Perlu Wajah Baru,
http://www.jplh.or.id/elnv4/topik/artikel/perpustakaan_perlu_wajah_baru.html,
akses tanggal 23 Nopember 2008 · TROUT, Jack, Yang Terbaru tentang Strategi Bisnis Nomor Satu Dunia, Jakarta ; Gramedia Pustaka Utama, 1997 *) Oky Widyanarko
|